Seseorang wanita bali sedang bernyani. Ilustrasi, lagu daerah Bali (chatgpt/DALL E 3)
INDOZONE.ID - Bali bukan hanya sekadar surga pariwisata yang menawarkan keindahan alam tiada tara. Pulau Dewata ini juga menyimpan kekayaan seni dan budaya yang sangat mengakar dalam kehidupan masyarakatnya. Salah satu bentuk seni yang tak terpisahkan dari adat istiadat Bali adalah lagu daerah.
Mungkin banyak yang bertanya-tanya, lagu daerah Bali apa saja sih yang masih eksis hingga kini? Nyatanya, ada puluhan lagu tradisional yang diwariskan secara turun-temurun, mulai dari lagu anak-anak (tembang rare), kidung sakral (pupuh), hingga lagu pergaulan muda-mudi. Menariknya, dalam tradisi kesenian Bali, seorang penyanyi yang membawakan lagu daerah di Bali disebut dengan istilah pesindhen atau terkadang juru gending, tergantung pada konteks acara dan jenis lagu yang dibawakan.
Beberapa lagu daerah Bali yang terkenal bahkan kerap kita dengar di lingkungan sekolah maupun saat ada pementasan seni. Tidak jarang, lagu daerah Bali yang diiringi dengan alat musik gamelan ini menciptakan suasana magis dan sakral yang memanjakan telinga. Apalagi, banyak juga lagu daerah Bali yang mudah dihafal karena liriknya pendek, iramanya ceria, dan sering dijadikan lagu permainan anak-anak.
Nah, agar kamu semakin mengenal kekayaan budaya Nusantara, Indozone telah merangkum 20 lagu daerah Bali terpopuler beserta lirik dan makna filosofis di baliknya. Yuk, bernyanyi bersama!
Baca juga: Ini 5 Lagu Daerah Jawa Tengah yang Populer Hingga kini!
Lagu anak-anak ini sangat populer dan sering diajarkan di sekolah-sekolah di Bali untuk memupuk rasa percaya diri. Iramanya yang syahdu juga kerap menjadikannya sebagai lagu pengantar tidur yang menenangkan.
Lirik:
Ratu anom metangi meilen-ilen
Ratu anom metangi meilen-ilen
Dong pirengang munyin sulinge di jaba
Dong pirengang munyin sulinge di jaba
Nyen ento menyuling di jaba tengah
Nyen ento menyuling di jaba tengah
Gusti Ngurah Alit Jambe Pemecutan
Lagu ini adalah pengiring utama untuk Tari Janger, tarian pergaulan yang dibawakan berpasangan oleh pemuda dan pemudi Bali. Maknanya menggambarkan kegembiraan, optimisme, dan kehangatan interaksi sosial di pedesaan Bali.
Lirik:
Ara sijang jangi janger ko pyak epong (2x)
Kopyak sledet kopyak sledet pak de dut sir (2x)
Sreyag sreyog ngiringme jangeran dijaba tengahe
Ara sijang jangi janger ko pyak epong (2x)
Lagu jenaka yang sangat disukai anak-anak. Liriknya sederhana, bercerita tentang seekor kucing yang sedang bersiap-siap menangkap tikus-tikus besar yang sering membuat keributan.
Lirik:
Meong-meong,
Alih je bikule,
Bikul gede gede,
Buin mokoh-mokoh,
Kereng pesan ngerusuhin…
Lagu ini mengisahkan dialog hangat antara ibu dan anak perempuannya. Sang ibu berpesan agar anaknya menjaga rumah selagi ia pergi ke pasar, dan berjanji akan membawakan oleh-oleh. Maknanya mengajarkan anak untuk patuh dan mandiri.
Lirik:
Putri cening ayu ngijeng cening jumah
Meme luas malu kapeken meblanja
Apang ada darang nasi
Meme tiang ngiring nongos ngijeng jumah
Dengan tempo yang cepat dan riang, lagu ini merepresentasikan etos kerja masyarakat Bali yang cekatan, tegas, dan cepat dalam mengambil keputusan atau menyelesaikan pekerjaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber