Charli XCX. (Instagram/@charli_xcx)
INDOZONE.ID - Musisi ikonik era "Brat" ini secara resmi membagikan kabar pada hari Senin mengenai kehadiran album studio ketujuhnya yang bertajuk Music, Fashion, Film, dengan tanggal perilisan jatuh pada 24 Juli.
Pengumuman mendadak ini disampaikan Charli XCX lewat unggahan visual sampul album di akun Instagram pribadinya.
Konsep sampul tersebut menggunakan foto monokrom yang memadukan sosok John Cale, Marc Jacobs, dan Martin Scorsese sebagai simbol dari ketiga pilar industri kreatif yang diangkatnya.
Baca juga: Kylie Jenner dan Charli XCX Bikin Geger Hollywood, Film Satir Ini Siap Tuai Perhatian
"Album baruku Music, Fashion, Film akan dirilis pada 24 Juli," tulis Charli dalam keterangan. "11 lagu, 30 menit, 5 detik. tersedia untuk pre-order sekarang, love you xx," tulis Charli dalam postingan di Instagram pribadi @charli_xcx, dikutip Selasa (2/6/2026).
Charli telah merilis dua single dari album, "Rock Music" dan "SS26." Judulnya diambil dari lirik yang terakhir, di mana Charli bernyanyi: "Kami berjalan di landasan pacu yang langsung menuju neraka / Tidak ada yang akan menyelamatkan kami, bukan musik, mode, atau film."
Solois electro-pop yang sukses mendobrak industri musik arus utama pada tahun 2024 lewat album ikonis "Brat" ini memberikan bocoran bahwa karya terbarunya mendatang akan sangat kontras dengan warna musik lamanya.
XCX mengisyaratkan bakal meninggalkan ketukan musik dansa yang enerjik serta sentuhan Auto-Tune yang selama ini menjadi ciri khasnya.
Dalam cerita sampul bulan April dengan British Vogue, Charli menuturkan bahwa, “Bagi saya, itu menyenangkan untuk membalik bentuknya. Kami tahu akan ada orang yang terganggu olehnya, tapi tidak apa-apa.”
Baca juga: Charli XCX dan Drummer The 1975 George Daniel Menikah Usai 3 Tahun Pacaran
Memang, single pertamanya yang berjudul "Rock Music" terbagi pendapat, yakni dengan penggemar dan kritikus memperdebatkan suara baru, dan apakah itu benar-benar rock 'n' roll atau tidak.
"Nada lagunya lebih condong ke elektronik daripada berbasis gitar, tetapi tidak sampai judulnya benar-benar tampak seperti kebohongan," tulis kepala kritikus musik Variety Chris Willman dalam analisis lagu tersebut.
"Perdebatan yang paling mendesak, sebenarnya, tidak begitu banyak tentang apakah lagu itu rock tetapi apakah itu benar-benar dimaksudkan sebagai Single Pertama. Ini berada di sisi eksperimental dari ouevre Charli, meskipun pada titik ini dalam popularitasnya dia mungkin siap untuk membuat iklan nonkomersial, dengan atau tanpa lagu yang ramah radio atau TV," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Variety