INDOZONE.ID - Konser Kanye West di Shanghai yang seharusnya menjadi momen kembalinya sang rapper ke panggung besar justru berubah menjadi kekacauan.
Ribuan penggemar yang memadati Shanghai Stadium pada Sabtu malam (12/7/2025) dibuat kecewa berat karena keterlambatan dan banyaknya masalah teknis selama pertunjukan berlangsung.
Tak heran jika banyak yang menyebut ini sebagai konser terburuk Kanye West sepanjang kariernya.
Baca juga: Kanye West Sebut Harusnya Punya Anak dengan Paris Hilton Bukan Kim Kardashian
Konser Kanye West di Shanghai kacau sejak awal. Ye, nama baru dari Kanye West, baru naik ke atas panggung lebih dari 40 menit dari jadwal yang seharusnya.
Penundaan ini membuat ribuan penonton merasa tidak dihargai. Yang lebih parah, saat akhirnya tampil, konser tersebut dipenuhi gangguan teknis yang merusak pengalaman menonton.
Menurut laporan The Global Times, konser Ye di Tiongkok bermasalah, terutama dari sisi produksi. Tata suara yang buruk dan minimnya kualitas panggung membuat banyak penonton merasa dirugikan. Beberapa bahkan mengungkapkan rasa kecewa mereka di media sosial.
Baca juga: Kanye West Gunakan Foto Tanpa Busana Istrinya untuk Promosi Film
Kekecewaan yang menumpuk membuat para penonton secara serempak meneriakkan permintaan pengembalian uang.
Sebuah video yang memperlihatkan sekitar 70.000 orang meneriakkan "refund" kini viral di berbagai platform media sosial. Penonton konser Kanye West minta refund karena merasa tak mendapatkan pertunjukan yang layak.
Salah satu penonton dengan akun @Fabian_Lemuel di platform X (dulu Twitter) menuduh Ye melakukan lip sync.
Ia menulis, “Hampir semuanya lip sync. Mikrofonnya mungkin hanya aktif kurang dari 20 persen.”
Yang lebih mengejutkan, menurutnya, Ye bahkan sempat meninggalkan panggung selama lebih dari 20 menit saat encore, sementara lagu-lagu seperti Wolves terus diputar dari sistem suara.
“Kalau cuma mau dengerin lagu, mending gue putar sendiri di rumah. Gue ke sini buat nonton lo tampil live,” tulisnya dengan nada kesal.
Masalah di atas panggung hanyalah sebagian dari badai yang sedang dihadapi Ye. Beberapa hari sebelum konser, ia kembali menjadi sorotan setelah mantan asistennya, Lauren Pisciotta, mengajukan gugatan tambahan atas tuduhan pelecehan seksual.
Dalam gugatan tersebut, Pisciotta menyebut Ye melakukan berbagai tindakan tak senonoh, termasuk pemaksaan ciuman dan pelecehan secara fisik serta verbal selama ia bekerja pada tahun 2021 hingga 2022. Kasus ini menambah daftar panjang kontroversi yang membayangi sang rapper.
Dengan semua masalah ini, tak heran jika kekecewaan penonton di konser Kanye West jadi sorotan utama media.
Alih-alih menjadi titik balik karier, konser di Shanghai justru memperburuk reputasinya yang sudah menurun sejak serangkaian pernyataan kontroversial dan tuduhan hukum muncul dalam beberapa tahun terakhir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Naver