Selasa, 12 AGUSTUS 2025 • 09:19 WIB

Kesal pada WAMI, Ari Lasso Putuskan Lagu-Lagunya Boleh Diputar Gratis di Kafe atau Restoran

Author

Ari Lasso. (Instagram/@ari_lasso) (Instagram/@ari_lasso)

INDOZONE.ID - Polemik terkait royalti tak kunjung selesai. Kini, Musisi Ari Lasso memutuskan untuk menggratiskan lagu-lagunya diputar di kafe atau restoran.

Tak dipungkiri, ternyata alasan di balik keputusan itu ada hubungannya dengan amarah dia kepada WAMI (Wahana Musik Indonesia). 

Dikutip dari akun Instagram pribadinya @ari_lasso pada Selasa, pria berusia 52 tahun itu dengan lantang memarahi WAMI melalui unggahan terbarunya. Ada banyak poin yang disorot musisi itu, termasuk penerima dana royalti bukan atas nama dirinya dan nominal royalti yang dibayarkan. 

Baca juga: Di Tengah Polemik Royalti, Ahmad Dhani Gratiskan Lagu Dewa 19 ke Restoran, Tapi Ada Syaratnya!

"Untuk semua teman pemain band, penyanyi wedding, event, atau kafe, saya membebaskan Anda memutar dan memainkan lagu-lagu hits saya, silahkan. Percuma Anda membayar tapi pengelolaannya kayak gini," demikian keterangan postingan Ari Lasso.

"Dalam hal transparansi dan kredibilitas Aquarius Musikindo menurut saya masih paling top," tambahnya. 

Sebelumnya, Ari Lasso menyampaikan rasa kecewanya terhadap WAMI.

"WAMI is a joke. Saya bingung membaca dari sekian puluh juta, yang menetas hanya Rp700 ribuan. Saya telepon sahabat saya, Meidy Ferialdi Aquarius yang sempat di WAMI, dia pun bingung dan menjawab sudah tidak di WAMI," tutur Ari Lasso.

Pelantun lagu "Cinta Terakhir" itu bingung atas tindakan seseorang terkait transfer uang ke rekening Muthoillah Rizal Effendi oleh WAMI, dan ia mempertanyakan siapa yang sebenarnya memiliki hitungan atau laporan tersebut.

"Kekonyolan yang paling hebat adalah Anda (WAMI) transfer ke rekening Muthoillah Rizal Effendi. Terus, hitungan ini laporan Ari Lasso punya saya atau punya Pak Muthoillah Rizal? Atau hitungan itu punya saya tapi WAMI salah transfer ke Muthoillah Rizal?" tambahnya.

Dia dengan tegas menilai bahwa WAMI adalah sebuah lembaga dengan manajemen sangat buruk dan ini berpotensi merugikan bukan hanya untuk musisi, tapi juga negara.

"Banyak permainan atau kecerobohan yang cukup layak rasanya untuk diperiksa lembaga negara dalam hal ini mungkin BPK, KPK, atau Bareskrim. Bukan untuk menghukum, tapi menjadikan WAMI sebagai lembaga yang kredibel," tegas Ari.

Baca juga: Menkum Tekankan Pentingnya Membayar Royalti Musik yang Diputar di Ruang Publik

Dalam pernyataan resminya, Ari Lasso menegaskan bahwa ia bukanlah sosok yang rakus atau serakah, melainkan seseorang yang membutuhkan uang sebagai hak yang wajar, layaknya bagian kecil dari pelaku industri yang memungkinkan pihak lain menagih royalti ke berbagai tempat.

"Saya bersyukur saya adalah performer yang masih bisa mendapat penghasilan dari manggung. Puji Tuhan," jelasnya.

"Dear WAMI, bagaimana cara Anda mengelola organisasi Anda? Katanya ketuanya sekarang musisi yang saya sangat kagumi, Mas Adi Kla. Mohon pencerahannya," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram @ari_lasso

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU