Senin, 18 AGUSTUS 2025 • 14:12 WIB

KSPO Dome Jadi Lautan PLLI, PLAVE Bungkus Konser Penutup dengan Meriah

Author

Boyband virtual PLAVE (Instagram @plave_official)

INDOZONE.ID - Hari Minggu (17/8) jadi malam yang nggak akan pernah dilupakan oleh PLAVE dan para penggemarnya, PLLI. Grup idol virtual ini baru saja menutup rangkaian konser mereka di Seoul lewat acara “2025 PLAVE Asia Tour – DASH: Quantum Leap” di KSPO Dome, salah satu venue paling prestisius di Korea.

Yang bikin momen ini makin spesial, jumlah penonton di hari terakhir tembus 15 ribu orang. Gila banget kan, untuk grup yang notabene “virtual”?

Atmosfer Panas Sejak Awal Konser

Dari awal konser, suasana di dalam dome sudah pecah. Sorakan fans, lightstick berwarna-warni, hingga chant yang kompak bikin vibes konser ini mirip banget sama idol besar di dunia nyata. Bedanya, kali ini yang berdiri di panggung adalah karakter virtual yang sudah jadi bagian hidup banyak orang.

Yejun Nggak Bisa Tahan Air Mata

Di penghujung konser, ada momen yang bikin semua orang terbawa emosi. Yejun, sang leader, nggak bisa menahan air matanya. Ia menangis di depan ribuan orang karena terharu melihat dukungan yang begitu besar.

Bayangin aja, ribuan kursi penuh, fans teriak nama mereka, nyanyi bareng, bahkan ada yang bawa banner khusus buat kasih semangat. Buat Yejun, yang selama ini hanya bisa berinteraksi lewat layar, momen ini terasa nyata dan sangat menyentuh hati.

Banyak PLLI yang cerita kalau mereka juga ikutan nangis waktu melihat Yejun terharu. Rasanya kayak, “Wow, bahkan idol virtual pun bisa bikin kita ngerasa sedekat ini.”

Baca juga: PLAVE, Virtual Idol Pertama yang Jadi Duta Startup Seoul!

Panggung Hidup dengan Band dan Back Dancer

Salah satu hal yang bikin konser PLAVE di KSPO Dome berbeda dari konser virtual biasa adalah penggunaan live band dan back dancer.

Meskipun yang tampil di depan adalah karakter 3D, musik tetap dimainkan secara live oleh band sungguhan. Suaranya jadi lebih powerful, energinya kerasa banget, dan bikin seluruh venue bergetar.

Selain itu, ada juga back dancer yang mengisi koreografi di beberapa lagu. Hasilnya, panggung terasa lebih hidup, seolah-olah benar-benar nonton konser boyband di dunia nyata. Kombinasi antara visual canggih, musik live, dan dancer profesional bikin show ini spektakuler dan memuaskan semua orang yang hadir.

Bukti Nyata Kekuatan Fandom

Konser tiga hari berturut-turut ini jadi bukti kalau PLAVE bukan sekadar gimmick. Mereka berhasil menembus batas antara dunia nyata dan virtual.

Fakta bahwa tiket ludes dalam hitungan menit, dengan antrean sampai puluhan ribu akun, menunjukkan betapa besarnya antusiasme fans.

Dan malam terakhir di KSPO Dome jadi simbol bahwa perjalanan PLAVE nggak cuma soal musik, tapi juga soal hubungan emosional yang mereka bangun bersama PLLI.

Yejun menangis di panggung mungkin terlihat sederhana, tapi buat banyak fans itu adalah momen yang akan mereka kenang selamanya.

Baca juga: Keren! PLAVE Jadi Boyband Virtual Pertama Menang di Acara Musik Show

Virtual Tapi Nyata

PLAVE sudah membuktikan bahwa “virtual” bukan berarti kurang nyata. Dengan konser megah, live band, dancer, dan emosi tulus, mereka berhasil menghadirkan pengalaman konser yang nggak kalah berkesan dari idol-idol di dunia nyata.

KSPO Dome pun jadi saksi bagaimana satu grup virtual bisa menyatukan puluhan ribu orang dalam satu ruang: nyanyi bareng, nangis bareng, dan tentu saja bahagia bareng.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan Penulis

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU