Rabu, 27 AGUSTUS 2025 • 11:27 WIB

Kisah Perjalanan Daun Jatuh, Band Indie Pop dengan Musik Minimalis yang Menggugah Emosi Anak Muda

Author

Daun Teduh (INDOZONE/Hanisa June Sabrina)

INDOZONE.ID - Di tengah ramainya industri musik indie Indonesia, nama Daun Jatuh berhasil mencuri perhatian dengan ciri khas yang unik.

Band asal Tangerang ini hadir dengan warna musik indie pop & folk pop yang sederhana, namun penuh emosi dan sarat makna.

Berdiri sejak tahun 2018, Daun Jatuh terus konsisten merilis karya yang bisa menjadi teman perjalanan emosional banyak pendengarnya, mulai dari rasa senang, bingung, hingga sedih.

Baca juga: Daun Jatuh Rilis Single Terbaru 'Sekedar Mengagumi'

Cerita di Balik Nama "Daun Jatuh" dan Genre Musik

Pemberian nama "Daun Jatuh" memiliki cerita unik di baliknya. Verrel dan Timothy menyebut bahwa awalnya nama ini berasal dari usulan kakak kelas mereka semasa SMA. 

"Awalnya terasa lucu dan terlalu senja ya, tapi lama-lama kami merasa nama ini punya makna mendalam,” kata Timothy Gunung Tua kepada Indozone, Selasa (26/8/2025).

Filosofinya? Layaknya daun yang jatuh dari pohon, mereka melihat proses bermusik sebagai perjalanan tumbuh dari bawah, dari nol, hingga akhirnya bisa memberikan manfaat bagi orang lain di sekitar.

Kalo ngomongin soal genre, pilihan mereka terhadap musik pop akustik pun bukan tanpa alasan. 

"Waktu SMA, kami nggak punya uang lebih buat beli alat musik canggih. Jadinya kami main akustik, karena itu yang paling mungkin,” kenang Verrel Alvirizky dan Timothy sambil tertawa. 

Kini, meskipun dengan format duo, mereka merasa nyaman. Musik minimalis yang mereka usung justru memberi ruang lebih untuk eksplorasi rasa dan lirik.

Sempat beranggotakan enam orang, Daun Jatuh akhirnya memutuskan untuk kembali ke format duo sejak tahun 2023. 

Keputusan ini diambil karena berbagai pertimbangan, terutama kenyamanan dalam berkarya. 

"Dengan berdua, kami bisa lebih fokus. Nggak banyak kepala, nggak banyak opini. Musik kami juga jadi lebih sederhana dan jujur," jelas Verrel.

Merayakan Semua Rasa Lewat Musik

Yang membuat lagu-lagu Daun Jatuh begitu mudah diterima, khususnya di kalangan anak muda adalah karena mereka tak ragu merayakan berbagai rasa.

"Kita punya lagu sedih, lagu senang, lagu yang cocok buat joget, sampai lagu yang cocok buat kalian yang lagi bingung ngerasa apa," sambung Verrel.

Bagi yang ingin mengenal musik Daun Jatuh, bisa mulai mendengarkan dari lagu "Resah Jadi Luka", "Kini", atau "Untuk Selalu Senang", tergantung suasana hati yang sedang dirasakan. 

Musik Daun Jatuh terasa dekat karena mereka masih muda dan hidup di "kolam yang sama" dengan para pendengarnya. 

"Mungkin karena seumuran ya, jadi apa yang teman-teman rasakan sekarang, mungkin kami juga lagi merasakannya,” ungkap mereka.

Baca juga: Daun Jatuh Berkelana Membawa ‘Seroja’ ke Tiga Kota, Rayakan Mekarnya Mini Album Terbaru

Membawakan Kembali "Dewi" dari Alexa

Dalam sebuah program bertajuk Reheat Catalog yang digagas oleh label mereka, Warm Music Indonesia, Daun Jatuh juga dipercaya untuk membawakan ulang lagu legendaris "Dewi" milik Alexa. 

Dengan aransemen baru yang lebih ringan namun tetap emosional, mereka memperkenalkan lagu tersebut kepada generasi muda yang mungkin belum sempat menikmatinya di era sebelumnya. 

"Kami ingin lagu ini bisa hidup lagi di telinga teman-teman seumuran kami," ungkap Verrel.

Proyek Terbaru

Terbaru di awal Agustus, mereka merilis ulang salah satu lagu mereka yang berjudul "Kini" dalam format kolaborasi, dengan menggandeng Grace, musisi muda asal Bandung. 

"Versi baru 'Kini' hadir dengan sentuhan yang lebih feminin, lebih lembut," tambah Verrel.

Menurutnya, lagu tersebut masih memiliki "nyawa" untuk diberi kesempatan kedua, dan suara khas Grace dinilai mampu memberikan warna baru yang menyentuh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU