INDOZONE.ID - Bohemian Rhapsody, tidak bisa dibantah, merupakan salah satu mahakarya musik rock.
Hingga kini Bohemian Rhapsody masih belum tergerus zaman. Lagu berdurasi sekitar 6 menit itu sudah didengar hampir 3 miliar kali di Spotify.
Angka yang tergolong fantastis bila kita menimbang usianya. Bohemian Rhapsody menjadi lagu Abad 20 yang paling banyak didengar di platform itu.
Grup musik asal Inggris, Queen, merekamnya 50 tahun lalu di Rockfield Studios, sebuah studio rekaman yang terletak di Wales. Rockfield didirikan dua orang petani cum musisi, Charles Ward dan Kingsley Ward.
Baca juga: “Slowly Letting Go”, Lagu Debut Flor & Fury tentang Cinta yang Rela Melepaskan
Pada 1975, personel Queen — Freddie Mercury, John Deacon, Roger Taylor dan Brian May — menghabiskan dua pekan di sana untuk menggarap album "A Night at the Opera".
Di bagian utama studio, yang hingga kini masih digunakan, keajaiban dibuat. Queen meramu koor, hard rock dan opera, menjadi sebuah musik yang indah sekaligus memukau karena kemegahannya.
Kingsley Ward masih ingat momen-momen tersebut. Dan menurutnya, "Pada saat itu tidak ada yang menyadari 'Bohemian Rhapsody' bakal menjadi ikonik."
Bohemian Rhapsody sepertinya memang sebagian besar bertumpu kepada kejeniusan Freddie Mercury, vokalis Queen.
Ward mengingatnya sebagai sebagai pribadi yang tenang, tidak banyak lagak, dan benar-benar menyenangkan. Dia, masih menurut Ward, jauh dari kesan flamboyan.
Baca juga: Vitalia Rayakan Perjalanan Hidup Lewat Lagu “Hadirmu”, Persembahan dari Luka Menjadi Cahaya
Mercury membiarkan personel lain menunggu. Sementara ia bekerja dengan kepalanya, teman-temannya tampak santai.
Brian dan John, misalnya, malah bermain frisbee. Kepada mereka, Ward sempat bertanya: "Kalian sudah cukup lama di sini, lima hari, kalian belum ngapa-ngapain juga?"
"Freddy lagi menulis sesuatu," jawab Brian enteng. Yang mereka tahu, lagu itu bakal "Freddy banget."
Mercury selalu berada di studio dengan sebuah piano yang terletak di salah satu sudut. Dari jendela, ia bisa melihat kincir angin tua di luar. Ruangan itu kini menjadi kantor Ward.
Ward sering ditanya bagaimana Freddy Mercury mendapat ide Bohemian Rhapsody. Ia selalu membalas dengan kalimat yang sama: Tidak tahu.
Mercury, kata dia, tidak pernah memberitahunya. Tapi dunia kemudian tahu, Bohemian Rhapsody mungkin merupakan salah satu rekaman terbaik yang pernah dibuat.
"Itu mengubah dunia musik, dan sekarang orang tahu mereka bisa melakukan apa pun dengan musik," ujar Ward.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Cbsnews.com