Piyu Padi Reborn Kagum pada Kualitas Suara di JIAVS 2025: Musik dan Teknologi Menyatu dalam Harmoni
INDOZONE.ID - Piyu, gitaris sekaligus komposer dari band Padi Reborn, mengaku terkesan saat hadir di pembukaan Jakarta International Audio Video Show (JIAVS) 2025 yang digelar di Fairmont Jakarta. Ia menyebut ajang ini bukan sekadar pameran teknologi, melainkan ruang apresiasi terhadap seni mendengarkan musik dengan kualitas terbaik.
“Bagi saya, pameran seperti ini sangat menarik karena mengedukasi publik tentang bagaimana musik seharusnya dinikmati, dengan kualitas terbaik. Dunia audio bukan hanya soal teknologi, tapi juga tentang menghargai karya musik dan emosi di balik setiap nada,” ujar Piyu di hadapan wartawan.
Dalam kesempatan itu, Padi Reborn turut memeriahkan acara dengan menghadirkan momen spesial, pemutaran perdana single terbaru mereka yang berjudul Ego dari album Dua Delapan. Lagu itu diperdengarkan di hadapan ratusan audiophile dan pecinta musik yang memenuhi area pameran. Piyu menambahkan, sambutan hangat yang diterima lagu tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi bandnya.
“Kami juga merasa terhormat lagu baru kami Ego mendapat sambutan yang luar biasa dengan pertama kali diputar di JIAVS,” ungkapnya.
Baca juga: Single “Ego” Jadi Awal Babak Baru Padi Reborn di Usia ke-28 Tahun
JIAVS 2025 resmi dibuka pada Kamis (7/11/2025) dan berlangsung hingga 9 November. Acara ini merupakan transformasi besar dari gelaran sebelumnya, IHEAC Audio Video Show, dengan mengusung tema provokatif: “What is The Future of Sound, Analog or Digital?” Perubahan nama menjadi Jakarta International Audio Video Show menandai langkah strategis untuk menjadikan pameran ini sebagai ajang berskala global yang mempertemukan audiophile, kreator, dan pelaku industri dari berbagai negara.
Ketua Panitia JIAVS 2025, Herman Chandra, menjelaskan bahwa penambahan kata “International” bukan sekadar perubahan kosmetik, melainkan wujud dari semangat baru untuk membawa acara ini ke panggung dunia. “Penambahan kata ‘International’ merefleksikan semangat baru kami untuk menjadikan JIAVS sebagai panggung global yang mempertemukan audiophile, kreator, dan pelaku industri dari berbagai negara. Tahun ini, kami mengajak pengunjung untuk menjelajahi masa depan dunia audio, apakah tetap setia pada kehangatan analog, atau menuju kecanggihan digital,” ujar Herman.
Pameran yang menempati tiga lantai utama Fairmont Jakarta, lantai 3, 16, dan 17 ini menghadirkan 40 eksibitor dengan 55 ruang pameran. Ratusan produk audio-video dari berbagai merek global seperti Shunyata Research, Sennheiser, JBL, hingga Audio Technica dipamerkan di sini. Tak kalah menarik, merek-merek lokal seperti Traumakustik, Titan Akustik, Polytron, Aurel Bryan, dan SB Acoustics juga ikut ambil bagian, menampilkan karya anak bangsa yang tak kalah berkualitas.
JIAVS 2025 dirancang bukan hanya sebagai ruang pamer, melainkan juga sebagai wadah edukasi dan pengalaman imersif bagi pengunjung. Mereka dapat secara langsung membandingkan sistem suara analog dan digital dalam berbagai ruang tematik yang dibuat menyerupai ruang keluarga.
Konsep ini memperlihatkan bahwa mendengarkan musik sejatinya bukan hanya tentang kejernihan suara, tetapi tentang perasaan dan kedekatan emosional dengan karya yang didengar.
Salah satu eksibitor lokal, Melly Wulandari dari Sinar Baja Electric, produsen SB Acoustics, menyampaikan apresiasinya terhadap ajang ini. “JIAVS bukan sekadar ajang pamer produk, tapi ruang pertemuan bagi ide, inovasi, dan passion terhadap kualitas suara. Kami bangga bisa menampilkan karya anak bangsa di tengah brand-brand dunia, sekaligus menunjukkan bahwa industri audio Indonesia mampu bersaing dengan standar global,” ujarnya.
Selain memamerkan perangkat audio-video kelas dunia, JIAVS 2025 juga menghadirkan berbagai aktivitas menarik di lantai 3, mulai dari talkshow bersama para ahli, podcast interaktif, hingga Sound Quality Car Audio Competition di area rooftop lantai 7. Pengunjung juga dapat menikmati virtual golf dan beragam permainan berhadiah yang memperkaya pengalaman selama pameran.
Menutup acara pembukaan, Herman Chandra menegaskan bahwa JIAVS bukan sekadar soal teknologi, melainkan perayaan budaya mendengarkan musik berkualitas. Ia berharap pameran ini dapat menjembatani generasi baru audiophile dan memperkuat kecintaan publik terhadap pengalaman mendengarkan musik yang autentik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Conference