Kamis, 08 JANUARI 2026 • 13:46 WIB

Prediksi Tren Musik 2026, Pengamat Soroti Berlanjutnya Fenomena Fluid Genre hingga Kembali ke Analog

Author

Penampilan Hindia di Synchronize Fest 2025. (INDOZONE/Nadya Mayangsari)

INDOZONE.ID - Tahun 2025 lalu, musik Indonesia menjadi fenomena di platform media sosial dengan munculnya warna dan nuansa baru. Beberapa tren yang belum mau surut, pergeseran industri, hingga transfomasi platform nampaknya juga akan mewarnai tren musik sepanjang 2026 mendatang.

Mulai dari tren musik dengan genre campuran serta platform beserta permasalahannya.

Indozone mencoba mencari jawaban akan tren musik di Indonesia yang akan terjadi di 2026. Salah satunya dari musisi Armand Maulana, pengamat musik Ryan Kampua, serta salah satu tim panelis dari Anugerah Musik Indonesia AMI, Mudya Mustamin. 

Baca juga: Berawal dari Medsos, Industri Musik Indonesia Diyakini akan Makin Mendunia

Berikut ini kata mereka saat dihubungi INDOZONE.

Musik Indonesia semakin warna-warni

Armand Maulana (Instagram/armandmaulana04)

Vokalis grup musik GIGI, Armand Maulana dengan bangga melihat tren musik Indonesia kedepannya akan berwarna warni. Tak lagi dikuasai satu genre atau skena tertentu.

"Indonesia itu saya senang dan bangga, musik Indonesia sangat berwarna. Tiba-tiba Koplo naik, tiba-tiba elektronik naik, tiba-tiba penyanyi solo naik, teman-teman Indie makin keren, baik karya atau ide-ide manajerialnya, ide-ide cara mereka mempersembahkan karya-karyanya," kata Armand Maulana saat dihubungi Indozone.

"Jadi buat gue pribadi, di tahun 2026 itu musiknya itu tetap berwarna warni, tidak dikuasai satu genre, atau tren. Gue lihat musiki Indonesia sselalu ada percikan-percika yang keren," kata Armand.

Fenomena fluid genre

Tenxi, Naykilla, Jemsii yang memopulerkan Garam & Madu' (Instagram/@naykillaaa)

Sedangkan pengamat musik Ryan Kampua yang dihubungi Indozone secara terpisah, juga menyebutkan adanya indikasi kejutan-kejutan segar dalam industri musik Indonesia. Salah satunya fenomena fluid genre seperti yang terjadi di tahun lalu, namun lebih bervariasi lagi.

Baca juga: Makna Lagu "Stecu" Faris Adam, Musik Timur yang Lagi Viral di Medsos

"Seperti, Hipdut yang akhirnya mendapat atensi luar biasa dari penikmat musik medio Timur hingga akhir tahun kemarin. Lantas gimana dengan tahun ini? Konsep musik serupa kemungkinan akan tetap bermunculan bahkan bertumbuh," kata Ryan Kampua.

"Cuma, genrenya semakin beragam. Nggak hanya hip hop dengan dangdut. Bisa jadi crossing dengan genre lain. Fluid genre istilahnya. Dimana dalam sebuah lagu, akan banyak vibe, karakter suara hingga pengaruh musikal," tambahnya.

Fenomena anti Spotify yang akan berlanjut di skena 

Ilustrasi Spotify. (REUTERS/Christian Hartmann)

Salah satu hal yang kemungkinan akan menjadi tren adalah platform atau wadah untuk memperkenalkan karya musisi ini. Salah satunya platform-platform musik streaming yang sedang mengalami gejolak di kalangan musisi Indie.

Salah satu contohnya banyak musisi yang menarik diri dari Spotify yang banyak disebut terafliasi dengan genosida di Gaza. Belum lagi keuntungan yang kecil dari platform-platform streaming tersebut.

"Untuk platform, ada kecenderungan gerakan anti Spotify belakangan, khususnya di kalangan musisi-musisi independen, indie, underground. Mungkin belum terlalu signifikan, tapi pastinya membawa perubahan," kata pengamat musik yang juga tim panelis dari AMI. 

Kampanye untuk kembali ke analog

Kaset (Riki Noviana)

Mudya juga menyebutkan akan munculnya gerakan untuk kembali ke analog. 

"Sejauh ini, juga ada gerakan atau ajakan utk kembali ke jalan analog, dimana minat penikmat musik semakin mengarah ke rilisan-rilisan fisik macam piringan hitam atau kaset, yang mana data penjualannya terus memperlihatkan peningkatan yang cukup pesat," tambahnya.

Baca juga: Tren Musik Apa yang Bakal Hits di 2023? Ini Kata Pengamat Musik

Nah, itulah kira-kira tren musik sepanjang 2026 mendatang dari pandangan musisi dan pengamat dari industri musik sendiri. Apapun itu, besar harapan untuk musik Indonesia akan lebih maju lagi ke depannya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wawancara

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU