INDOZONE.ID - Kalau tarik mundur ke tahun lalu, musik dari Indonesia Timur yang dikenal juga Musik Timur atau lagu Timur sangat mendominasi platform media sosial sehingga menjadi fenomena baru.
Nah, bagaimana nasibnya fenomena lagu Timur di tahun 2026?
Menurut beberapa pengamat musik Indonesia, fenomena musik Timur tentunya akan semakin populer ke depannya. Sementara itu, beberapa warganet dari berbagai kalangan mengakui menyukai tren ini, khsususnya yang aktif di Tiktok.
Alasan musik Timur fenomenal
Musik yang catchy, instrumen yang unik, ketukan yang mengajak untuk berjoget menjadi salah satu alasan musik ini dinikmati. Tak sedikit warganet, yang mengklaim lagunya sangat fenomenal.
Baca juga: Prediksi Tren Musik 2026, Pengamat Soroti Berlanjutnya Fenomena Fluid Genre hingga Kembali ke Analog
"Bahasanya yang unik dan genre musiknya. Karena musik timur vibesnya asik untuk bergoyang," kata Sufaira Thoibah, mahasiswi asal Bandung saat ditanya Indozone.
"Menurutku itu karena ritme musiknya. Musik yang cenderung nge-beat asik ini masuk di style buat nyanyi maupun buat dance. Jadi semua kalangan enjoy ngikutin nya," kata aulia Faradiva, fresh graduated asal Semarang.
Musik Timur juga tidak hanya dinikmati satu kalangan saja. Dari berbagai suku lain hingga kalangan usia juga cukup penikmati musik tersebut.
"Menurut aku akan tetap trend karna logat keseharian mereka aja enak di dengar nadanya khas musik Timur beatnya bikin enak enerjik pas untuk bergoyang," jawab Muthia Wahyu, karyawan swasta di Jakarta kepada .Indozone.
"Menurut saya musik timur banyak disukai orang karena beat musiknya itu sendiri, liriknya yang relate sama gen z dan millenial, terus beatnya asik banget, saya gak sepaham itu soal musik tapi musik timur emang asik banget buat didenger," kata Malika, mahasiswi asal Jakarta kepada Indozone.
Baca juga: Makna Lagu "Stecu" Faris Adam, Musik Timur yang Lagi Viral di Medsos
Ini kata pengamat musik
Sementara itu, Ryan Kampua, salah pengamat musik Indonesia menyebutkan lirik yang relate dan aransemen yang teman bisa membuat musik Timur sangat fenomenal.
"Adanya relatable lirik dan aransemen dengan emosi setiap penikmat musik, bisa jadi bukan hanya musik dari timur yang selalu melahirkan single-single kejutan, dari barat pun sangat besar kemungkinannya," kata Ryan Kampua kepada Indozone.
Tren musik berlanjut ke 2026
Menurut pengamat musik Mudya Mustamin yang juga ikut mengurasi beberapa musik Timur di Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2025 lalu, fenomena Musik Timur akan berlanjut di tahun 2026.
"Musik-musik Timur kemungkinan masih terdengar di sana-sini, hanya lagu Tabola Bale, Stecu, atau “Orang Baru Lebe Gacor” telah mengalami kesuksesan yang luar biasa di 2025," kata Mudya kepada Indozone.
Walaupun ia menyangsikan apakah ada karya yang bisa menandingi kesuksesan 'Tabola Bale' atau 'Orang Baru Lebe Gacor'.
"Sehingga bisa jadi, sulit ada karya2 baru di 2026 yg bisa menandingi kesuksesan kedua lagu tersebut," tambahnya.
Platform dan media sosial berperan majukan musik Timur
Peran media sosial sangat berpengaruh memajukan musik Timur. Dengan kekuatan platform, fenomenanya bisa mendunia.
"Musik tradisi sejujurnya selalu konsisten di skena musik Indonesia. Mau timur, Tengah atau barat, sekat perbedaan itu sudah tidak berfungsi sejak social media tumbuh pesat," kata Ryan lebih jauh.
Baca juga: Yuk Kenali Alat Musik Tradisional Dari Kalimantan Timur
"Misalkan musik ranah minang. Nggak menutup kemungkinan, ketika momentumnya tepat, musik akan mendapat atensi juga. Justru instrument-instrumen tradisi yang kayaknya bakal coba di eksploitasi dalam musik yang populer di telinga nantinya," kata Ryan.
Jadi fenomena global dan raih AMI
Penyanyi sekaligus pencipta lagu Siprianus Bhuka lewat lagu ciptaannya yakni “Tabola Bale” berhasil menyabet piala AMI 2025 dalam kategori Pencipta Lagu Pop Terbaik.
Siprianus yang tergabung dalam grup Silet Open Up ini mengungkapkan bahwa lagu Tabola Bale yang belakangan menjadi viral berhasil membolak-balikkan hampir semua aspek hidupnya.
“Dia mengubah semua aspek kehidupan saya. Jadi benar-benar lagu ini Tabola Bale juga. Semua itu,” ujar Siprianus kepada ANTARA..
Baca juga: Lewat “Tabola Bale”, Sang Pembuat Sabet Gelar Pencipta Lagu Pop Terbaik AMI
Ia juga mengakui lagu yang viral hingga ke kancah internasional itu begitu mengubah nasibnya. Ia begitu bangga serta tak menyangka lagu karya anak Indonesia Timur mampu menyabet penghargaan bergengsi.
Nah, kita tunggu gebrakan musik Timur atau Lagu Timur di 2026. Mudah-mudahan masih menjadi tren dan bisa mengangkat nama Indonesia mengikuti jejak Tabola Bale dan lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wawancara