INDOZONE.ID - Penampilan Justin Bieber di festival musik ternama Coachella 2026 pada Sabtu (11/4/2026) tidak hanya menarik dari segi konsep, tetapi juga menyimpan konteks besar dalam perjalanan karier dan bisnisnya.
Salah satu hal yang jadi sorotan saat ia membawakan lagu-lagu lamanya dalam mode "karaoke" di depan ribuan penggemar yang telah menanti comeback-nya selama ini.
Lalu, apa alasan Justin membawakan lagu-lagu lamanya dalam mode karaoke saat di Coachella 2026? Jawaban masuk akalnya mungkin masalah royalti atau hak cipta.
Pada tahun 2022 lalu, Justin Bieber menjual katalog musiknya yang bernilai US$200 juta atau setara dengan Rp3,2 triliun kepada Hipgnosis Songs Capital, perusahaan investasi yang fokus pada akuisisi hak cipta musik dan pendapatan royalti.
Baca juga: Justin Bieber Comeback di Coachella 2026, Lagu "Baby" Bikin Nostalgia!
Langkah ini diambil di tengah situasi finansial yang sempat tidak stabil, bahkan disebut-sebut sebagai upaya untuk menghindari kondisi krisis keuangan yang lebih dalam.
Keputusan menjual hak cipta ini tentu membawa konsekuensi besar. Secara sederhana, Bieber tidak lagi memiliki kendali penuh atas penggunaan dan eksploitasi komersial lagu-lagu lamanya.
Hal ini bisa memengaruhi bagaimana lagu-lagu tersebut dibawakan di panggung, termasuk dalam konser besar seperti Coachella.
Inilah yang kemudian dikaitkan dengan konsep "karaoke" yang ia tampilkan. Dengan memutar video lama dan hanya menyanyikan sebagian lagu, Bieber tetap bisa menghadirkan nostalgia tanpa harus sepenuhnya mengeksekusi lagu tersebut seperti biasa.
Aksi panggung Justin Bieber di Coachella mencuri perhatian justru karena konsepnya yang sangat membumi.
Tanpa kemegahan berlebih, Bieber menghabiskan hampir tiga puluh menit membawakan deretan lagu lawasnya sembari bernostalgia dengan video-video pilihan pribadinya dari YouTube.
Penonton diajak kembali ke era 2010-an melalui klip musik ikonik hingga potongan meme legendaris yang sempat viral seperti "Deez Nuts" dan "Double Rainbow".
Ia menyanyikan penggalan demi penggalan lagu yang sudah lebih dari satu dekade tidak ia bawakan di atas panggung, seperti "Baby," "That's Should Be Me" dan "Favorite Girl," sembari video masa kecilnya diputar di layar besar.
Pendekatan ini dianggap sebagai cara kreatif untuk tetap terhubung dengan karya lamanya, meski status kepemilikan sudah berubah.
Baca juga: Anyma Batal Tampil di Coachella Valley Music and Arts Festival 2026, Cuaca Buruk Jadi Penyebab
Bieber tampak ingin menunjukkan jarak antara dirinya yang dulu dan sekarang, bahwa ia telah melalui banyak fase, termasuk tantangan finansial dan tekanan industri, sebelum akhirnya kembali ke panggung besar dengan identitas baru.
Coachella 2026 sendiri berlangsung selama dua pekan, yaitu 10-12 April dan 17-19 April, di Empire Polo Club, Indio, California.
Festival tahun ini merayakan hari jadi ke-25 dengan menghadirkan Sabrina Carpenter, Justin Bieber, dan Karol G sebagai penampil utama dalam daftar lineup paling prestisius.
Momentum spesial ini juga akan menandai kembalinya Bieber ke atas panggung untuk pekan kedua festival pada tanggal 18 April 2026 mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube/Coachella