INDOZONE.ID - Interval nada didefinisikan sebagai rentang jarak antara dua nada dalam suatu rangkaian musik. Jarak ini memiliki peran krusial dalam membentuk identitas emosional sebuah lagu, apakah akan terdengar bersemangat atau justru melankolis.
Memahami interval nada adalah langkah awal untuk menguasai harmoni musik. Ulasan kali ini akan menuntun kamu untuk mengenal lebih dekat mengenai terminologi interval, urutan nadanya, hingga bagaimana elemen ini diaplikasikan dalam praktiknya.
Apa Itu Interval Nada?
Interval nada merupakan jarak frekuensi antara dua nada dalam sebuah rangkaian musik, sebagaimana dijelaskan oleh Farida Ros Simarmata. Jarak ini menghubungkan dua notasi berdasarkan pitch atau tinggi nadanya.
Baca juga: Nada Lagu Anyar Lisa BLACKPINK “Moonlit Floor” Mirip “Kiss Me”: Plagiat?
Pitch itu sendiri adalah ukuran tinggi rendahnya bunyi musikal yang secara saintifik dihitung berdasarkan jumlah getaran yang dihasilkan setiap detiknya.
Beberapa contoh interval adalah jarak antara C-C, C-D, C-E, C-F, C-G, C-A, C-B, dan C-C (C kedua satu oktaf lebih tinggi dari C pertama).
Interval memiliki peran penting dalam ilmu musik. Jarak antarnada tersebut melandasi penciptaan melodi, akord, progresi akord, dan harmoni.
Saat dua not dimainkan secara berurutan, misalnya C-G, kedua not itu membentuk suatu interval melodik yang menghasilkan suatu potongan kecil lagu.
Jenis-jenis Interval Nada
Interval nada dibagi menjadi beberapa jenis. Berikut adalah jenis-jenis interval nada:
1. Berdasarkan Kualitas Not
Berdasarkan kualitas notnya, interval nada dibedakan menjadi:
- Unison
- Major
- Perfect
- Minor
- Octave (Perfect 8th)
Penyebutannya biasanya digabungkan dengan interval berdasarkan jumlah not. Misalnya Major 2nd.
2. Berdasarkan Jumlah Not
Interval juga bisa dibedakan berdasarkan jumlah not. Penyebutannya sesuai angka. Seperti:
- 2nd (Second): Interval 2 nada
- 3rd (Third): Interval 3 nada
- 4th (Fourth): Interval 4 nada
Begitu seterusnya.
3. Berdasarkan Cara Dimainkan
Berdasarkan cara dimainkannya, interval nada dibedakan menjadi interval harmonik dan melodik.
- Interval harmonik merupakan dua nada yang dibunyikan secara bersamaan.
- Interval melodik merupakan dua nada yang dibunyikan secara bergantian.
Urutan interval nada menurut standar buku Tematik karya Elah Nurelah dan Supriyadi terbagi menjadi delapan kategori utama.
Dimulai dari Prim (jarak nada yang sama), urutan ini berlanjut pada Sekon, Terts, dan Quart yang masing-masing merepresentasikan lompatan satu, dua, dan tiga nada di atas nada dasar. Selanjutnya, terdapat interval Quin (jarak empat nada), Sekt (lima nada), dan Septim (enam nada).
Nama interval terakhir adalah Oktaf, yang menandakan jarak tujuh nada di atasnya, atau mencapai nada yang sama pada oktaf yang lebih tinggi.
Klasifikasi ini mempermudah musisi dalam menentukan struktur harmoni dan melodi dalam sebuah lagu.
Contoh Penggunaan Interval Nada
Farida Ros Simarmata menjelaskan bahwa variasi interval nada menentukan emosi sebuah lagu, jarak pendek memberikan kesan tenang, sedangkan jarak yang lebih lebar memicu efek dramatis.
Baca juga: Pengertian Modulation yang Sering Dikira Overtune, Nyanyi Ganti Nada Dasar Ala Novia Idol
Implementasi teori ini dapat ditemukan pada lagu "Rayuan Pulau Kelapa" karya Ismail Marzuki. Komposisi ini melibatkan hampir seluruh urutan interval, terkecuali interval ketujuh.
Struktur melodinya secara cerdas menempatkan interval kecil untuk menciptakan frasa yang harmonis, serta menggunakan interval besar sebagai jembatan untuk menghidupkan suasana yang lebih ekspresif dan megah.
Itulah penjelasan terkait interval nada. Sekarang kamu sudah lebih memahami mengapa sebuah lagu menjadi terdengar indah, syahdu, atau bersemangat, bukan? Semoga informasi ini bermanfaat untuk kamu yang sedang belajar musik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Scribd.com