Kamis, 14 MEI 2026 • 10:08 WIB

Afgan Akui Kurasi Lagu Jadi Tantangan Terberat di Konser Retrospektif

Author

Afgan gelar konser tunggal bertajuk "Retrospektif". (INDOZONE/Nadya Mayangsari)

INDOZONE.ID - Musisi Afgan bersama komposer ternama Tanah Air, Erwin Gutawa mengungkap tantangan di balik persiapan konser tunggal bertajuk Retrospektif the Concert. 

Konser tersebut akan menjadi perayaan 18 tahun perjalanan Afgan di industri musik dan dijadwalkan berlangsung di Plenary Hall, Jakarta Convention Center (JCC), pada Sabtu, 18 Juli 2026.

Afgan mengaku tantangan terbesar dalam mempersiapkan konsernya bukan terletak pada kemampuan vokal atau teknis penampilan di atas panggung, melainkan ketika harus memilih lagu dari seluruh katalog musik yang telah ia rilis. 

Ia bahkan sempat terkejut saat menyadari jumlah karya dari tujuh album studionya sudah sangat banyak setelah mulai menyusun daftar lagu untuk konser tersebut.

Baca juga: Rayakan 18 Tahun Berkarya, Afgan Umumkan Konser Tunggal Bertajuk "Retrospektif" di JICC

"Salah satu hal yang paling susah buat saya adalah nyusun lagunya. Karena Alhamdulillah lagu saya ternyata cukup banyak kalau buat konser. Jadi baru nyadar lagu saya ternyata banyak juga ya pas nyusun song list," ujar Afgan saat konferensi pers di kawasan Senayan, Jakarta, pada Rabu (13/5/2026).

Pelantun "Bukan Cinta Biasa" itu menjelaskan bahwa awalnya ia menyiapkan sekitar 50 lagu untuk dipertimbangkan masuk ke dalam setlist konser. Namun, jumlah tersebut akhirnya dipangkas demi menjaga alur pertunjukan tetap dinamis.

"Jadi kemarin pas bikin song list-nya ada sekitar 50 lagu. Terus Om Erwin kayak, ‘Ini bener 50 lagu nih?’ Tapi dari 50 itu kita sortir, yang akan dibawakan mungkin ada sekitar 30 lagu yang akan dibawakan malam itu. Tapi enggak semuanya ya, ada yang di-medley, ada yang di-mash up, tetap surprise element-nya ada," lanjutnya.

Afgan turut membagikan sedikit gambaran mengenai konsep konsernya yang akan dibuat lebih dramatis dan penuh emosi. 

Menurutnya, sejumlah lagu akan disusun saling terhubung sehingga membentuk alur cerita yang utuh selama pertunjukan berlangsung di atas panggung.

"Terus ada juga beberapa nomor yang kita gabungin jadi satu kesatuan cerita. Nanti ada satu saya berduet dengan salah satu penyanyi idola saya, saya belum boleh spill di sini. Seseorang. Kita akan menyanyikan medley dan medley-nya itu menjadi satu cerita,” tegasnya Afgan.

Di sisi lain, Erwin Gutawa mengatakan proses mengubah lagu-lagu milik Afgan ke dalam balutan aransemen orkestra tidak menemui kendala berarti. 

Ia menilai warna vokal Afgan memang sangat selaras dengan sentuhan musik simfonik sehingga mudah dipadukan dalam konsep konser tersebut.

“Afgan ini adalah salah satu penyanyi yang punya timbre suara yang sangat cantik dengan orkestra, jadi secara teknis enggak ada masalah," ungkap Erwin Gutawa.

Meski begitu, Erwin merasa memiliki tanggung jawab besar untuk menghadirkan aransemen terbaik bagi konser tunggal Afgan.

Baca juga: GIGI Comeback Usai 10 Tahun, Intip Jadwal dan Harga Tiket Forever In The Air Tour 2026

"Cuman mungkin tantangan saya untuk mengawal Afgan ini, saya harus bikin satu repertoar orkestra yang boleh dibilang untuk penyanyi terbaik di Indonesia. Jadi mudah-mudahan saya bisa mengawal Afgan,” pungkasnya.

Konser Afgan Retrospektif: The Concert yang dipromotori Seven Star Production ini akan melibatkan puluhan musisi orkestra serta paduan suara Paragita untuk mendukung jalannya pertunjukan.

Melalui kolaborasi antara Afgan dan Erwin Gutawa, konser tersebut bakal menghadirkan konsep grand symphonic universe sebagai bentuk perayaan 18 tahun perjalanan karier Afgan, dengan perpaduan musik simfoni megah, visual artistik, serta alur cerita emosional dalam satu pengalaman konser yang menyeluruh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU