INDOZONE.ID – Rony Parulian membuka babak baru dalam perjalanan karier musiknya melalui perilisan single terbaru berjudul "Wals Akhir Zaman". Lagu yang resmi dirilis pada 26 Juni 2026 di bawah naungan Universal Music Indonesia ini menjadi penanda arah musikal baru yang lebih alternatif, sinematik, dan emosional dibanding karya-karyanya sebelumnya.
Bagi Rony, lagu ini bukan sekadar single baru, tetapi juga menjadi pintu masuk menuju tema-tema yang akan banyak diangkat dalam proyek musiknya ke depan.
"Lagu ini mewakili arah yang ingin aku bawa ke depan, baik secara musikal maupun cerita. Dari sisi musik, 'Wals Akhir Zaman' memperkenalkan warna yang lebih alternatif dan lebih luas dibanding karya-karya sebelumnya. Dari sisi cerita, lagu ini juga menjadi pintu masuk ke tema besar yang akan banyak muncul di beberapa proyek ke depan, yaitu tentang cinta, perjuangan, dan memilih untuk tetap bertahan dalam situasi yang tidak selalu mudah," ujar Rony.
Lewat "Wals Akhir Zaman", Rony mengangkat kisah tentang dua orang yang tetap memilih bersama meski berada di tengah situasi yang penuh ketidakpastian. Gambaran berdansa saat dunia terasa runtuh menjadi metafora utama yang ingin disampaikan dalam lagu ini.
Baca juga: Rachel Cia Rilis Single Dopamine, Persembahan untuk Korban Toxic Love
"Buat aku, 'Wals Akhir Zaman' bukan tentang akhir dunia secara harfiah. Lagu ini berbicara tentang menemukan seseorang yang tetap ingin kita pilih, bahkan ketika keadaan sedang tidak baik-baik saja. Gambaran berdansa di tengah dunia yang runtuh terasa seperti metafora yang indah untuk menggambarkan perasaan itu," jelasnya.
Dalam proses kreatifnya, Rony menggandeng Petra Sihombing sebagai produser sekaligus berkolaborasi dengan Rendy Pandugo dalam penulisan lagu. Kolaborasi tersebut menjadi ruang eksplorasi bagi Rony untuk keluar dari zona nyaman dan menemukan identitas musikal yang lebih matang.
Menurut Petra Sihombing, fokus utama selama proses produksi adalah memastikan aransemen musik mampu memperkuat karakter lagu sekaligus visi sang penyanyi.
"Buat gue, yang lebih penting adalah lagunya cocok dibawa ke arah mana. Kami banyak mendengarkan satu sama lain. Yang paling penting adalah memahami arah yang ingin dibawa oleh artisnya, karena dia yang akan terus hidup bersama lagu itu," kata Petra.
Sementara itu, Rendy Pandugo menilai Rony memiliki karakter vokal dan persona yang kuat, terutama di ranah musik pop-rock.
Baca juga: Mario G Klau dan Juan Reza Bersenang Senang di Single “Otak Di Mana” yang Liriknya Sarkas
"Menurut gue, di era sekarang agak jarang ada penyanyi yang punya karakter suara dan persona seperti Rony, terutama di area pop-rock. Dia salah satu yang paling stand out," ujar Rendy.
Nuansa sinematik dalam "Wals Akhir Zaman" juga dibangun melalui kontribusi sejumlah musisi. Petra mengisi electric piano, bass, dan programming, sementara Rendy menyumbangkan permainan gitar akustik dan elektrik. Aransemen kemudian diperkaya oleh permainan drum Enrico Octaviano, string dari Vinson Vivaldi dan Roni Seiler, serta proses mixing dan mastering oleh Dimas Pradipta.
Rony berharap karya terbarunya dapat menunjukkan proses perkembangan dirinya sebagai seorang musisi maupun pribadi.
"Aku berharap orang bisa melihat bahwa aku masih terus berkembang. Sebagai manusia, sebagai musisi, dan sebagai seseorang yang masih terus belajar memahami hidup. 'Wals Akhir Zaman' adalah langkah baru buat aku," tutup Rony.
Sebagai pelengkap perilisan singlenya, video musik "Wals Akhir Zaman" dijadwalkan tayang pada 26 Juni 2026 melalui kanal YouTube Rony Parulian. Disutradarai oleh Yogi Kusuma, video tersebut akan memperluas semesta cerita yang dibangun dalam lagu dan menjadi bagian dari fase baru perjalanan musik Rony Parulian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Creative