Senin, 20 SEPTEMBER 2021 • 13:31 WIB

Sejarah Musik Reggae: Perjuangan Para Budak Jamaika, Angkat Tema Kebebasan dan Perdamaian

Author

Ilustrasi Raggae. (Freevector.com)

Musik reggae awalnya berkembang di Jamaika pada akhir era 60-an. Kata reggae berasal dari pengucapan dalam logat Afrika ragged, yang bermakna gerak kaku seperti hentakan badan penari dengan iringan musik ska.

Meskipun sering digunakan untuk menyebut hampir semua jenis musik dari Jamaika, musik reggae lebih tepatnya merujuk pada gaya musik khusus yang muncul mengikuti perkembangan ska dan rocksteady.

Musik reggae semakin dikenal karena tradisi kritik sosial dan agama dalam liriknya, meskipun banyak pula musik reggae membahas topik yang lebih ringan dan lebih pribadi, seperti cinta dan bersosialisasi.

Jika menilik tema kritik sosial yang jadi salah satu ciri khas liriknya, musik reggae memang tidak terlepas dari sejarah kelam perbudakan di Jamaika.

Baca Juga:

Pada abad ke-16, penjajahan oleh Spanyol dan Inggris memusnahkan suku Arawak, yang kemudian digantikan oleh ribuan budak kulit hitam asal Afrika.

Musik reggae juga tak lepas dari kehidupan di jalanan Getho  di Kingson ibu kota Jamaika. Ini pula yang membuat musik reggae bisa dikenal dari gaya rambut gimbal para musisi reggae awal dan lirik-lirik lagu reggae sarat dengan muatan ajaran rastafari yakni kebebasan, perdamaian, dan keindahan alam, serta gaya hidup bohemian.

Kepopuleran musik reggae juga didukung ditunjang oleh film The Harder They Come (1973), dan dimainkannya reggae oleh para pemusik kulit putih seperti Eric Clapton, Paul Simon, Lee Scratch Perry, serta UB40.

Salah satu lagu Bob Marley 'I Shot The Sheriff' yang dicover oleh Eric Clapton dengan menggunakan teknik produksi dan rekaman rock modern dan mempertahankan elemen musik reggae menjadi momen besar dan penting yang membuat musik Bob Marley semakin populer dan dikenal lebih luas.

Musisi-musisi wanita yang memainkan musik reggae juga tak bisa dikesampingkan perannya dalam mempopulerkan musik reggae. Di antaranya adalah Olivia Grange, presiden Specs-Shang Musik, hingga Trish Farrell.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU