INDOZONE.ID - Penyanyi Baskara Putra, yang lebih dikenal dengan nama panggung Hindia, segera merilis bagian pertama album keduanya yang berjudul "Lagipula Hidup akan Berakhir" dengan 14 lagu pada Jumat (7/7/2023).
Hindia mengungkapkan bahwa dia tidak menyangka akan membuat album kedua. Dia tidak ingin memiliki terlalu banyak album solo karena itu berarti masalah-masalah yang dia hadapi belum terselesaikan.
Baca Juga: Calo di Singapura Jual Tiket Konser Taylor Swift Seharga Rp33 Juta
"Ketika saya mempertimbangkan lagi, ternyata masih banyak masalah yang belum selesai. Saya merasakan apa yang saya rasakan dalam album pertama karena pengaruh keluarga dan lingkungan saya. Itulah yang saya sampaikan dalam album kedua ini," ujar Hindia dalam keterangan persnya, Kamis (6/7/2023).
Pada tahun 2019, Hindia merilis album solo debutnya yang berjudul "Menari dengan Bayangan" yang mengangkat masalah-masalah yang dia hadapi saat itu. Sekarang, melalui album "Lagipula Hidup akan Berakhir", dia mengeksplorasi alasan di balik masalah-masalah tersebut.
Dalam album barunya ini, Hindia mengeksplorasi empat masalah besar yang membuatnya gelisah selama beberapa tahun terakhir, yaitu teknologi, inflasi, oligarki, dan krisis iklim. Karena banyaknya hal yang perlu ditangani, album keduanya berisi total 28 lagu yang akan dirilis dalam dua tahap pada tanggal 7 Juli dan 21 Juli mendatang.
"Sejak awal menulis lagu untuk album kedua, saya yakin akan ada banyak lagu. Tetapi pada saat itu, saya berpikir mungkin hanya akan ada 16 lagu penuh," tambahnya.
Album "Lagipula Hidup Akan Berakhir" berakhir dengan 28 lagu karena Hindia merasa kisahnya belum lengkap jika hanya dituangkan dalam 14-6 lagu.
Baca Juga: Setelah 16 Tahun, Gya Andini Rilis Album Baru
Dua bagian dari album "Lagipula Hidup akan Berakhir" memiliki tema besar masing-masing. Menurut Hindia, bagian pertama album merupakan reaksi spontan, sementara bagian kedua merupakan aksi setelah melalui pemikiran yang matang.
Di antara 14 lagu dalam bagian pertama album tersebut, terdapat lagu-lagu seperti "Janji Palsu" yang mengungkap keputusasaan dan tekanan, "Ibel" yang mengenang tukang cukur rambut langganan keluarga Hindia yang meninggal dunia di tengah pandemi, "Selebrisik" yang mengkritik selebriti yang berdagang melalui opini-opini yang sok tahu, dan lainnya.
Album kedua Hindia ini diproduseri oleh Enrico Octaviano dan Kareem Soenharjo. Bagian pertama album juga melibatkan kolaborasi dengan beberapa musisi lain seperti Gamaliel Tapiheru dan Kamga sebagai pengarah vokal, serta Iga Massardi, Petra Sihombing, Vega Antares, dan Rayhan Noor yang berkontribusi dalam bagian gitar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release