Aurelie Moeremans. (Instagram/@aurelie)
INDOZONE.ID - Aurelie Moeremans resmi menerbitkan buku berjudul Broken Strings, sebuah karya autobiografis yang mengungkap perjalanan hidupnya sejak remaja hingga mampu bangkit dari masa-masa tergelap dalam hidupnya.
Dalam buku ini, Aurelie secara jujur menceritakan berbagai fase penting yang pernah ia lalui, mulai dari proses beradaptasi di lingkungan baru, kisah percintaan yang berujung traumatis, hingga perjuangannya untuk bertahan dan pulih sebagai seorang perempuan.
Narasi yang dibangun terasa kuat dan emosional. Aurelie mengisahkan pengalamannya terjebak dalam hubungan toxic yang sarat manipulasi, terjadi saat ia masih muda dan belum sepenuhnya memahami batasan dalam sebuah relasi. Tekanan psikologis yang terus-menerus membuatnya berada dalam posisi sulit, di satu sisi ingin menolak dan menjauh, namun di sisi lain merasa terikat oleh rasa takut, bingung, dan tekanan dari pasangan saat itu.
Baca juga: Happy Ending! Aurelie Moeremans dan Tyler Bigenho Resmi Menikah di AS
Ia menggambarkan bagaimana dirinya kerap mengalah dan menuruti permintaan sang pria, meski hal tersebut bertentangan dengan kehendaknya sendiri. Dalam kondisi tersebut, Aurelie berusaha tetap bertahan demi keluarganya dan demi dirinya sendiri, berjuang agar tetap waras, belajar berdiri untuk dirinya, dan perlahan melepaskan jerat yang selama ini membelenggunya.
Setelah melalui proses panjang dan penuh luka, Broken Strings juga menuturkan titik balik dalam hidup Aurelie. Ia akhirnya berhasil keluar dari hubungan yang menyakitkan tersebut. Rasa dipercaya, dilindungi, dan dipahami secara tulus menjadi kunci kebangkitannya. Dukungan dari orang-orang yang benar-benar peduli membuatnya kembali menemukan kebebasan dan rasa aman yang selama ini ia rindukan.
Baca juga: Sempat Shock, Aurelie Moeremans Ungkap Pernah Dikritik Item Dekil oleh Produser
Melalui buku ini, Aurelie berharap kisahnya dapat menjadi penguat bagi banyak orang yang pernah atau sedang mengalami hal serupa. Ia menegaskan bahwa tidak ada seorang pun yang pantas berada dalam hubungan yang menyakitkan.
Broken Strings juga membawa pesan kuat tentang martabat perempuan. Perempuan bukanlah objek pemuas, dan kerentanan bukan alasan untuk dimanipulasi atau dimanfaatkan. Buku ini menjadi pengingat bahwa setiap individu berhak atas hubungan yang sehat, aman, dan penuh penghargaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Broken Strings