Official Poster Film Ikatan Darah. (Instagram/@uwaispictures)
INDOZONE.ID - Industri perfilman Tanah Air kembali diguncang oleh karya terbaru dari Iko Uwais.
Film Ikatan Darah merupakan kolaborasi antara sutradara Sidharta Tata, produser Hollywood Ryan Santoso, dan Uwais Pictures.
Bukan sekadar film keluarga biasa, Ikatan Darah muncul sebagai fenomena baru yang memadukan kedalaman emosi dengan aksi baku hantam yang memacu adrenalin, yang berhasil menarik perhatian aktor sekaligus politikus, Raffi Ahmad.
Raffi Ahmad, dalam akun Instagram pribadinya @raffinagita1717, memberikan apresiasi terhadap karya dari tangan dingin Iko Uwais yang selama ini dikenal sebagai ikon laga internasional.
Tak hanya Iko, Sultan Andara tersebut memberi penghormatan pada Sidharta Tata yang juga sebelumnya menggarap beberapa film, yaitu Pertaruhan, Waktu Maghrib, dan Ali Topan, sedangkan Ryan Santoso memproduseri The Expendables 4, Mile 22, dan Stuber.
"EDAN!! Aya jegger ti Sunda. Kerennnnnnn uwaispictures, iko.uwais dan ryan_hahaha," tulis Raffi, pada 1 Mei 2026.
Ikatan Darah membawa perspektif baru dalam alur cerita yang dinilai memiliki kualitas film action internasional atau Hollywood.
"Semoga film ini jadi langkah besar untuk perfilman action Indonesia dan membuka jalan untuk perkembangan film Action Indonesia," lanjut Raffi.
Film yang dibintangi oleh Livi Ciananta, Derby Romero, Ismi Melinda, Teuku Rifnu Wikana, Abdurrahman Arif, Ramadhan Ruswandi, Lydia Kandou, dan Agra Piliang memamerkan keahlian koreografi bertarung yang patut diacungi jempol.
Dukungan dari public figur sekaliber Raffi Ahmad tentu bukan tanpa alasan. Film ini berhasil menyuguhkan sinematografi yang setara dengan kualitas produksi Hollywood, namun tetap mempertahankan nilai lokal yang kental dalam interaksi salah satu karakter dalam Ikatan Darah.
Macan adalah salah satu karakter villain paling menonjol di Ikatan Darah yang diperankan oleh Ramadhan Ruswandi, digambarkan sebagai sosok petarung asal Jawa Barat yang sangat loyal namun brutal.
Dalam dialog, Macan pun kerap menggunakan dialek dan bahasa Sunda serta gestur ramah. Namun menariknya, Macan menampilkan versi gelap dari sifat ini. Ia tetap bersikap santai, tersenyum, dan sopan sebelum melakukan aksi brutalnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@raffinagita1717