Matthew Perry meninggal akibat overdosis ketamin. (Instagram/@mattyperry4)
INDOZONE.ID - Saat pihak berwenang California melanjutkan penyelidikan atas kematian mantan bintang Friends, Matthew Perry, semakin banyak informasi yang terungkap tentang peran orang-orang terdekatnya atas kematiannya.
Dugaan peran mereka diungkapkan oleh pihak berwenang dalam jumpa pers pada Kamis (15/08/2024), di mana pejabat California mengumumkan tuntutan terhadap lima orang terkait dengan kematian Perry pada Oktober 2023.
Beberapa tuduhan diumumkan terhadap Jasveen Sangha, yang oleh Jaksa AS Martin Estrada diduga dikenal sebagai Ratu Ketamin dan Dr. Salvador Plascencia, seorang dokter berlisensi.
Departemen Kehakiman juga mengumumkan asisten pribadi Perry, Kenneth Iwamasa, Erik Fleming dan Dr. Mark Chavez juga didakwa secara terpisah.
Baca Juga: Terjerat Narkoba, Virgoun Bakal Jalani 3 Bulan Rehabilitasi
Pihak berwenang mengklaim bahwa kelima orang tersebut secara sadar memasok dan memberikan ketamin kepada Perry dan memanfaatkan kecanduannya serta mencoba untuk menutupi peran mereka setelah kematiannya.
Estrada mengatakan Perry kembali kecanduan pada musim gugur 2023, sesaat sebelum kematiannya.
"Para terdakwa ini memanfaatkan masalah kecanduan Tuan Perry untuk memperkaya diri mereka sendiri," duga Estrada.
"Para terdakwa juga diduga mengirim pesan teks tentang distribusi narkoba kepada Perry," klaim Estrada.
Menurut DoJ, Plasencia diduga menghubungi Chavez yang juga seorang dokter dan sebelumnya mengelola klinik ketamin untuk mendapatkan zat tersebut untuk dijual kepada Perry.
Dalam pesan teks kepada Chavez, Plasencia diduga membahas berapa biaya yang harus dibayarkan kepada Perry untuk ketamin tersebut.
“Saya penasaran berapa biaya yang akan dibayarkan oleh si tolol ini. Mari kita cari tahu,” klaim DoJ.
Matthew Perry. (Instagram/@mattyperry4)
"Asisten Perry yang tinggal di rumah, Iwamasa, mengaku berulang kali menyuntik Perry dengan ketamin, termasuk pada hari kematiannya, tanpa pelatihan medis," kata DoJ.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: People