INDOZONE.ID - Musisi sekaligus dokter bedah, Tompi, menjelaskan bahwa dirinya tidak memiliki urusan pribadi dengan komika Pandji Pragiwaksono, yang menghina penampilan fisik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai bahan candaan dalam materi "stand-up comedy" miliknya.
Penyataan Tompi tersebut merujuk pada materi komedi tunggal Pandji Pragiwaksono dalam program bertajuk "Mens Rea" yang dirilis di platform streaming.
Di dalam pertunjukan tersebut, terdapat bagian di mana Pandji melontarkan gurauan dengan menyebut bahwa Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tampak seperti sosok yang sedang mengantuk.
"Saya klarifikasi dulu bahwa saya dan Pandji itu berteman. Walaupun dalam beberapa kali urusan politik kita tidak selalu satu 'track', tapi kita temenan. Saya baik-baik aja sama dia, dan enggak punya personal issue, tidak ada urusan pribadi," ujar Tompi saat memberikan keterangan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, dikutip Selasa (6/1/2026).
Baca juga: Tompi Umumkan Keluar dari WAMI, Kesal dengan Pengelolaan Royalti yang Berantakan
Pelantun lagu "Sedari Dulu" mengaku dirinya pernah berkarya bareng Pandji, bahkan berdiskusi termasuk pada topik politik.
Setelah menonton tuntas pertunjukan komedi tunggal yang memakan waktu lebih dari dua jam tersebut, Tompi menyatakan sependapat dengan poin-poin yang disampaikan Pandji mengenai dinamika politik domestik.
Ia merasa ulasan yang dibawakan dalam aksi panggung itu selaras dengan pandangan pribadinya terkait situasi di Tanah Air.
"Hampir semuanya, secara umum saya setuju dengan kontennya. Seratus persen benar. Saya setuju dengan kontennya. Kegelisahannya itu adalah kegelisahan kita semua. Dan dia berhasil menyampaikan pesan itu dengan baik, gitu. Saya cuma menyayangkan satu hal aja," ungkap Tompi.
Kendati sejalan dengan substansi materi Pandji, Tompi menyayangkan adanya kritik terhadap tokoh politik yang justru menyasar ranah fisik.
Menurut pandangannya, kritik semestinya difokuskan pada aspek kinerja atau kebijakan yang diambil oleh seorang pejabat publik, bukan pada penampilan lahiriahnya.
Tompi, yang juga seorang dokter spesialis bedah plastik, memaparkan bahwa raut wajah Gibran adalah pengaruh dari struktur anatomi sejak lahir yang disebut ptosis.
Secara klinis, kondisi ini ditandai dengan posisi kelopak mata yang lebih rendah dari normal, yang menurut Tompi, berdampak pada fungsi penglihatan seseorang karena pandangannya terhalang oleh kelopak mata tersebut.
"Ptosis itu otot levator (kelopak mata) kepanjangan turun ke bawah, jadi mata dia tertutup, bukaan matanya tidak maksimal. Pada orang dewasa yang kasus seperti Pak Gibran, Pak Wapres, itu kondisi ptosisnya tidak terlalu berat," tegas Tompi.
Tompi Mengkritik Lewat Unggahan di Instagram Pribadinya
Adapun pernyataan dr. Tompi yang viral di media sosial usai ia membagikan pendapat pribadinya terkaih pertunjukan stand-up comedy spesial ke-10 dari Pandji Pragiwaksono yang berjudul "Mens Rea".
Baca juga: Sambut Ramadan, Tompi Remake Lagu Bimbo 'Ada Anak Bertanya Pada Bapaknya’ Versi Jazz
Dalam unggahan di akun instagram pribadinya @dr_tompi, Tompi menyampaikan kritik bahwa menertawakan kondisi fisik seseorang, apa pun konteksnya, bukanlah bentuk kritik yang cerdas.
"Kritik boleh, satire boleh, humor pun sah, namun merendahkan kondisi tubuh seseorang bukanlah kecerdasan, melainkan kemalasan berpikir," tulis Tompi dalam keterangan foto di Instagramnya.
Kritik yang dilontarkan Tompi segera mendapatkan tanggapan dari Pandji Pragiwaksono di kolom komentar.
Jauh dari kesan tersinggung, sang komika justru menyambut baik teguran tersebut dan menyampaikan rasa terima kasih atas perspektif baru yang diberikan oleh Tompi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara News