Kamis, 21 MEI 2026 • 20:43 WIB

Ketika Influencer dan Selebriti Terjebak di Investasi Bodong

Author

Dude Harlino dan ketua paguyuban lender DSI yang jadi korban (INDOZONE/M Fadli)

INDOZONE.ID - Fenomena meningkatnya minat masyarakat Indonesia terhadap dunia investasi dan aset digital merambah ke setiap sendi masyarakat. Bahkan para influencer dan selebriti banyak yang turut terjebak, entah sebagai pelaku, korban, atau brand ambassador bisnis tersebut.

Di satu sisi, banyak dari mereka melek finansial dan mulai mencari berbagai peluang untuk meningkatkan nilai aset mereka. Namun di sisi lain, masih rendahnya pemahaman mengenai manajemen risiko membuat banyak orang rentan terjebak dalam skema investasi bermasalah.

Hal tersebut disampaikan oleh detektif swasta Indonesia, Detektif Jubun, di situs resminya saat menanggapi maraknya kasus dugaan investasi bodong yang melibatkan figur publik dan influencer. Contohnya, seperti kasus Timothy Ronald, Bunga Zainal atau kasus Dude Harlino dan istrinya yang terseret ke dalam kasus tersebut.

Menurutnya, masyarakat saat ini cenderung mudah percaya terhadap sosok yang terlihat sukses di media sosial tanpa melakukan verifikasi mendalam terkait legalitas maupun mekanisme bisnis yang dijalankan.

Baca juga: Dugaan Penggelapan Investasi Ratusan Juta, Suami Artis Boiyen Dipolisikan

“Masyarakat Indonesia saat ini memang semakin tertarik pada dunia investasi dan aset digital. Namun di sisi lain, banyak juga masyarakat yang belum memahami manajemen risiko. Akibatnya, ketika ada figur publik atau influencer yang dianggap sukses, masyarakat cenderung mudah percaya tanpa melakukan verifikasi mendalam,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa masyarakat seharusnya tidak menjadikan popularitas seseorang sebagai dasar utama dalam mengambil keputusan investasi.

“Kasus seperti ini harus menjadi pelajaran penting: jangan pernah berinvestasi hanya karena faktor popularitas seseorang. Selalu cek legalitas, skema bisnis, dan logika keuntungan yang ditawarkan,” tambahnya.

Pola Investasi Bodong Dinilai Hampir Selalu Sama

Dalam pengalamannya sebagai investigator swasta, Detektif Jubun mengaku pernah menangani berbagai kasus yang berkaitan dengan dugaan investasi bodong, mulai dari penipuan berkedok trading, robot trading, hingga penghimpunan dana tanpa izin yang jelas.

Baca juga: Alur Cerita Korban Merugi Miliaran Imbas Kelas Kripto Timothy Ronald

Menurutnya, sebagian besar kasus memiliki pola yang hampir identik.

“Biasanya pola yang kami temukan hampir serupa: ada iming-iming keuntungan tinggi, penggunaan testimoni untuk membangun kepercayaan, kemudian adanya tekanan psikologis agar korban segera menanamkan dana,” jelasnya.

Ia menyebut bahwa banyak korban baru menyadari adanya masalah ketika proses penarikan dana mulai dipersulit atau pihak pengelola sulit dihubungi.

Menariknya, korban investasi bermasalah tidak selalu berasal dari kalangan awam. Banyak korban justru berasal dari kelompok profesional hingga pengusaha.

“Korban investasi bodong tidak selalu masyarakat awam. Banyak juga korban berasal dari kalangan profesional, pengusaha, bahkan tokoh publik. Karena pelaku biasanya sangat piawai membangun kredibilitas dan citra kesuksesan,” katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amansentosainvestigationagency.com

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU