INDOZONE.ID - Ksatria Fest 3.0 kembali diselenggarakan. Sebuah ajang kompetisi tari tradipop tingkat nasional yang mengedepankan sinergi antara nilai tradisi dan pendekatan populer dalam seni pertunjukan.
Program ini diinisiasi oleh Kelompok Tari Ksatria, yang dikenal sebagai Juara 1 Indonesia Mencari Bakat tahun 2021.
Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, Ksatria Fest menunjukkan konsistensinya sebagai ruang lahirnya talenta-talenta unggulan di bidang tari.
Pada edisi sebelumnya, ajang ini berhasil melahirkan kelompok Silak dari Yogyakarta sebagai pemenang tahun 2022, serta Eyes On Us (EOU) dari Kalimantan Barat sebagai pemenang tahun 2023.
Baca juga: Seniman dan Kreator Siap Tampilkan Karya Terbaik Kompetisi Ilustrasi FINNA ART 2026
Ksatria Fest 3.0 akan berlangsung pada 17 Juni hingga 4 Juli 2026 di sejumlah ruang seni terkemuka di Jakarta, antara lain Galeri Indonesia Kaya, Taman Ismail Marzuki, Teater Usmar Ismail, dan Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah.
Creative Director sekaligus inisiator Ksatria Fest, Bathara Saverigadi Dewandoro, peraih Gold Medal PON pada cabang Traditional Dance Sport, menyampaikan bahwa Ksatria Fest tidak hanya berhenti pada kompetisi, tetapi juga membangun identitas dan tanggung jawab bagi para pemenangnya.
“Gelar ini bukan sekadar simbol, tetapi bentuk tanggung jawab moral untuk berkontribusi dalam perkembangan industri tari serta menginspirasi generasi berikutnya. Kami berharap para pemenang dapat menjadi figur idola baru dalam dunia tari Indonesia, dengan kualitas teknik sekaligus daya tarik yang relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Lebih lanjut, Bathara menjelaskan bahwa konsep tradipop lahir dari kebutuhan industri kreatif saat ini yang menuntut karya tari yang ringkas, kuat secara visual, dan mudah diakses tanpa kehilangan esensi budaya.
"Tradipop hadir sebagai jawaban—sebuah format tari yang sejak awal dirancang singkat, eye-catching, dan memiliki kekuatan visual. Namun, posisinya bukan untuk menggantikan tradisi, melainkan sebagai pintu masuk bagi generasi muda untuk mengenal kekayaan budaya yang lebih dalam,” tambahnya.
Melalui panggung Ksatria Fest 3.0, Swargaloka membuktikan komitmen berkelanjutannya untuk memajukan industri tari Indonesia.
Gelaran ini dirancang untuk mencetak koreografer dan penari masa depan yang tangguh secara teknis, adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus berdaya saing tinggi di pasar industri kreatif.
Guna menciptakan kompetisi yang transparan dan demokratis, babak final mempertemukan evaluasi dari lima kurator seni pertunjukan profesional dengan sistem voting berbasis publik.
Keterlibatan penonton dari latar belakang pelajar, penikmat seni, hingga masyarakat umum ini sengaja dihadirkan untuk memberikan penilaian yang lebih kaya dan inklusif.
Sistem ini dirancang untuk menghadirkan perspektif yang lebih luas dalam menilai karya, tidak hanya dari sisi teknis dan artistik, tetapi juga dari daya tarik dan keterhubungan karya dengan publik.
Dengan demikian, karya yang terpilih tidak hanya memiliki kualitas artistik yang kuat, tetapi juga mampu diterima dan relevan bagi berbagai lapisan masyarakat.
Festival ini juga dinilai sebagai langkah taktis untuk mengorbitkan ikon tari nasional yang dapat merepresentasikan wajah baru dalam memperkenalkan kebudayaan Indonesia.
Melalui pendekatan kreatif yang mempertahankan nilai tradisi namun dibalut estetika modern, Ksatria Fest sukses menarik perhatian generasi muda.
Pola pendekatan ini membuka peluang besar bagi munculnya gagasan-gagasan segar yang tidak hanya inovatif, tetapi juga memiliki daya saing kuat di kancah nasional hingga internasional.
Pendaftaran Laskar Ksatria Tari Indonesia telah dibuka mulai tanggal 10 April hingga 6 Juni 2026. Seluruh peserta telah mengirimkan karya mereka dalam bentuk video dan akan dikurasi oleh Tim Ksatria.
Dari 38 Peserta pendaftar, telah terkurasi 15 30 Kelompok tari dari berbagai daerah, yang akan bersaing secara langsung untuk memperebutkan gelar Laskar Ksatria Tari Indonesia.
Lokasi penyelenggaraan Lomba tersebut akan diadakan di Teater Besar Taman Ismail Marzuki pada tanggal 04 Juli 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan