Penjelasan ending Wednesday Season 2 Part 2, kenapa Tyler Galpin diselamatkan? (IMDb)
INDOZONE.ID - Ending Wednesday Season 2 Part 2 sukses bikin penonton mikir keras, terutama soal keputusan Wednesday yang justru menyelamatkan Tyler Galpin.
Padahal, dari awal Tyler udah ditetapkan jadi ancaman besar dan musuh utama yang harus dilawan. Jadi, kenapa Wednesday milih untuk menolongnya? Apa ada alasan tersembunyi di balik tindakannya?
Nah, di artikel ini kita bakal kupas penjelasan akhir kisah Wednesday season 2 part 2, dan makna di balik keputusan Wednesday terhadap Tyler.
Nasib Tyler Galpin di ending Wednesday Season 2 Part 2 (IMDb)
Di akhir serial populer Netflix season 2 ini, kebongkar kalau pamannya Tyler, Isaac, bikin mesin buat menghilangkan kekuatan Hyde.
Dulu, mesin itu mau dipakai buat menolong kakaknya, Francoise, waktu mereka masih sekolah di Nevermore. Sayangnya, rencana itu gagal dan Isaac tewas dalam ledakan besar.
Nah, setelah Isaac hidup lagi, mereka mencoba lagi rencananya. Namun, kali ini Francoise ingin mesin itu dipakai buat menghilangkan kekuatan Hyde di tubuh Tyler.
Baca juga: Penjelasan Ending Wednesday Season 2 Part 2: Misteri Addams Family Terungkap!
Akhirnya, Tyler yang diikat di meja. Masalahnya, ia nggak mau kekuatan Hyde-nya dicabut. Pas Wednesday datang buat menolong Pugsley, Tyler malah minta buat dibunuh.
Wednesday sempat mengangkat kapak di atas kepala Tyler, kayak udah siap menebas lehernya. Kalau beneran dilakukan, semua masalahnya akan selesai.
Namun ternyata, Wednesday justru menebas ikatan Tyler biar ia kabur. Pas Tyler nanya kenapa, Wednesday cuma jawab, “Kapakku melenceng.”
Baca juga: 10 Pemain dan Karakter Baru 'Wednesday Season 2', Ada Lady Gaga, Lho!
Hunter Doohan sebagai Tyler Galpin, Karakter Siswa Nevermore di Wednesday Season 2 (Tudum)
Kita semua tahu kalau Wednesday itu jago banget soal apa pun. Jadi, nggak mungkin ia beneran meleset waktu menebas kapaknya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Screen Rant