Para pemeran Agak Laen: Menyala Pantiku. (Handout)
INDOZONE.ID - Sukses di film Agak Laen pertama, kini “Agak Laen 2: Menyala Pantiku!” menjadi salah satu film yang banyak diperbincangkan saat ini. Film yang dibintangi Bene Dion, Oki Rengga, Boris Bokir, dan Indra Jegel ini telah berhasil menembus lebih dari 3 juta penonton dalam tujuh hari.
Siapa sangka, di balik film yang mengajak penonton untuk tidak berhenti terbahak-bahak sepanjang 1 jam 59 menit itu, tersimpan pula cara tersendiri untuk menyampaikan sesuatu. Mari kita eksplor lebih jauh bagaimana film “Agak Laen: Menyala Pantiku!” membuktikan diri tidak hanya sukses menjadi fenomena film komedi box office, tetapi juga sarat akan pelajaran hidup.
Semua akan terasa lebih ringan apabila dikerjakan bersama. Di film ini, Bene, Boris, Jegel, dan Oki kembali dihadapkan dengan jalan karier yang tidak mulus. Atasan memberi mereka kesempatan terakhir untuk mengungkap sebuah kasus pembunuhan. Kesempatan itu mereka gunakan sebaik-baiknya. Mereka saling mendukung dan mengatasi berbagai rintangan bersama.
Baca juga: Baru Tiga Hari Tayang, Film 'Agak Laen: Menyala Pantiku!' Tembus 1,2 Juta Penonton
Tidak hanya memiliki masalah di pekerjaan, mereka juga diberi ujian hidup masing-masing. Seperti Boris dengan masalah pernikahannya yang berada di ujung tanduk, dan Jegel yang harus menghidupi ibunya. Ini memberikan gambaran bahwa setiap orang di dunia ini punya cobaannya masing-masing. Di film ini kita bisa melihat bagaimana mereka saling menguatkan dan menemukan cara untuk bangkit.
Jika menonton film ini, kita akan mengenal sosok Ibu Ida, salah satu penghuni panti jompo. Ibu Ida digambarkan sebagai seorang ibu tunanetra yang selalu merindukan kedatangan anaknya bernama Fajar. Setiap pagi, Bu Ida rela menunggu anaknya yang tak kunjung datang di dekat pintu gerbang panti. Meski pada akhir film Fajar akhirnya datang menjenguk ibunya, sosok Fajar juga menjadi salah satu Golden Scene di sini. Maka dari itu, jangan lupakan orang tua di mana pun kita berada, apalagi hanya demi mencari cinta.
Boris dengan masalah perceraiannya membuatnya khawatir tidak dapat memberi kasih sayang penuh kepada anak semata wayangnya. Boris selalu mencari cara agar tetap bisa bersama anaknya. Tak hanya itu, banyak pemeran di film ini yang menunjukkan pengorbanan orang tua untuk anak, juga pengorbanan seorang kakak untuk adiknya. So sweet.
Baca juga: Review 'Agak Laen: Menyala Pantiku!': Super Komedi dengan 4 Detektif yang Bikin Ketawa Terpingkal
Nah, untuk poin ini, kalian wajib menonton filmnya terlebih dahulu. Ada salah satu Golden Scene yang ramai diperbincangkan di media sosial yang menunjukkan bahwa hikmah atau pesan bisa datang dari siapa saja. Kata Gus Bene, “jangan kita menafkahi keluarga kita dengan harta yang haram.”
Film “Agak Laen: Menyala Pantiku!” mengingatkan kita bahwa hidup akan selalu penuh rintangan dan tantangan, namun juga memberi gambaran tentang bagaimana cara kita berusaha untuk tetap bahagia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan Penulis