Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 01 MARET 2026 • 13:00 WIB

'Setannya Cuan' Jadi Film Terakhir Babe Cabita, Angkat Horor Komedi Bernuansa Kritik Sosial

Setannya Cuan Jadi Film Terakhir Babe Cabita, Angkat Horor Komedi Bernuansa Kritik SosialFilm horor komedi 'Setannya Cuan'. (INDOZONE/Nadya Mayangsari)

INDOZONE.ID - Setelah lama menanti, kurang lebih tujuh tahun sejak masa produksinya, film horor komedi Setannya Cuan akhirnya resmi menggelar Gala Premiere di Kuningan, Jakarta Selatan. 

Film ini merupakan suguhan spesial lantaran menyimpan salah satu penampilan layar lebar terakhir dari komedian legendaris, mendiang Babe Cabita.

Meskipun proses produksi telah dimulai sejak tahun 2019, berbagai kendala teknis membuat film Setannya Cuan baru bisa naik layar lebar pada Maret 2026. 

Penantian panjang ini akhirnya membuahkan hasil manis bagi seluruh kru dan pemeran yang terlibat. 

Baca juga: Sentuhan Magis Dewi Gita dalam "Jalir Janji" Jadi Soundtrack Horor "Lastri: Arwah Kembang Desa"

Sutradara Jay Sukmo pun merefleksikan kembali betapa tangguhnya perjuangan mereka saat menghadapi medan syuting yang menantang di kawasan Malabar, Bandung.

"Kenangannya kita dingin-dingin bareng, sampai 14 derajat pernah itu. Kita di lokasi pakai selimut hotel bareng-bareng karena kedinginan," ujar Jay Sukmo saat jumpa pers di Jakarta, Sabtu (28/2/2026).

Ia juga menambahkan bahwa Babe Cabita adalah sosok yang sangat rendah hati dan selalu memberikan ide brilian untuk unsur komedi dalam film ini. Hal serupa diungkapkan oleh Tizza Radia, yang berperan sebagai istri Babe Cabita dalam film tersebut.

"Aku berasa banget kedekatannya. Waktu itu syuting pas bulan puasa, kita selesai sore dan masak bareng di dapur penginapan. Babe itu mendukung lawan mainnya untuk tampil sebaik mungkin, dia tidak mau berdiri sendiri," kenang Tizza.

Mengambil latar desa Cicalengka pada tahun 1980-an, narasi film ini berpusat pada konflik politik lokal antara dua sosok, Adang dan Asep. 

Alur cerita memanas ketika kekalahan Asep membawanya pada praktik ilmu hitam bersama Dukun Rojan untuk mendapatkan kekayaan instan melalui togel. 

Dampaknya, serangkaian fenomena supranatural mulai menghantui warga, termasuk kemunculan pocong serta makhluk pesugihan seperti tuyul dan babi ngepet. 

Film ini menggambarkan bagaimana ambisi kekuasaan dan kekayaan dapat menghancurkan harmoni sebuah desa, mengubahnya menjadi medan pertempuran antara manusia dan kekuatan gelap.

Di balik tawa yang memuncak, Setannya Cuan membawa pesan satir yang tajam. Sutradara Sahrul Gibran menegaskan bahwa film ini merupakan potret manusia yang menginginkan segalanya secara instan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

'Setannya Cuan' Jadi Film Terakhir Babe Cabita, Angkat Horor Komedi Bernuansa Kritik Sosial

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!