Film 'Setannya Cuan'. (INDOZONE/Nadya Mayangsari)
INDOZONE.ID - Di tengah suasana Ramadhan yang identik dengan refleksi dan pengendalian diri, sebuah film horor komedi justru hadir membawa kisah penuh satir, mistis, sekaligus menggelitik. Setannya Cuan hadir menyapa penonton mulai 5 Maret 2026, di bioskop.
“Film ini memang komedi horor, tapi lapisan terdalamnya adalah satir tentang manusia yang ingin segalanya instan. Kami ingin penonton tertawa, terkejut, tapi juga pulang dengan perenungan. Apalagi dirilis di bulan puasa, momennya sangat relevan dengan tema pengendalian diri,” ujar Sahrul Gibran yang menyutradarai film ini bersama Jay Sukmo.
Produser Eksekutif sekaligus penggagas cerita, Robby Hilman Maulana, juga menambahkan bahwa film ini bisa jadi hiburan segar di tengah Ramadan.
Baca juga: 'Setannya Cuan' Jadi Film Terakhir Babe Cabita, Angkat Horor Komedi Bernuansa Kritik Sosial
“Kami melihat Setannya Cuan sebagai hiburan yang segar di tengah Ramadan. Justru karena bulan puasa identik dengan refleksi diri, film ini terasa kontekstual. Ia mengingatkan bahwa godaan terbesar bukan selalu dari luar, tapi dari dalam diri kita,” ujarnya.
Sinopsis film 'Setannya Cuan'. (Instagram/@setannyacuan)
Cerita berpusat di kampung Cicalengka yang awalnya tenang. Perebutan kursi lurah dimenangkan Adang, sementara Asep harus menerima kekalahan. Namun, kemenangan itu justru menjadi awal bencana. Adang bangkrut, sedangkan Asep mendadak kaya raya.
Rahasia kekayaan Asep ternyata berasal dari angka togel sakti pemberian dukun Rojan. Persekutuan gelap antara Adang, Asep, dan Rojan berubah menjadi bara dendam mematikan.
Ketika keserakahan menguasai segalanya, satu nyawa melayang. Kematian Asep mengguncang kampung, apalagi saat batu nisannya dicuri dan pocong dibangkitkan.
Sejak itu, Cicalengka berubah mencekam. Pocong gentayangan, tuyul berkeliaran, babi ngepet mengintai, hingga “setan togel” yang terus menggoda warga dengan angka keberuntungan. Adang memang berkali-kali menang togel, tetapi setiap kemenangan selalu jadi buntut teror yang makin nyata dan tak terkendali.
Di tengah kekacauan, hadir Mince, janda muda yang jadi rebutan pemuda kampung. Kehadirannya memperkeruh suasana, memantik kecemburuan dan memperluas kutukan yang sudah terlanjur menyebar.
Dukun Rojan terungkap sebagai dalang kekacauan, termasuk pembunuh Nila, kembang desa yang menolak cintanya. Kini hanya Ujang yang berani melawan. Dengan dendam dan keberanian tersisa, ia menjadi harapan terakhir untuk menghentikan teror setan-setan pembawa cuan.
Diperkuat jajaran pemain seperti Fico Fachriza, Joe P-Project, Nadine Alexandra, Dimas Andrean, Aming, Ben Kasyafani, dan lainnya, film ini memadukan horor lokal dengan komedi satir yang menyentil budaya instan ingin kaya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung