Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 14 APRIL 2026 • 10:00 WIB

Bukan Sekadar Horor, 'Songko' Adalah Wajah Tradisi dan Mitos Sulawesi Utara

Bukan Sekadar Horor, Songko Adalah Wajah Tradisi dan Mitos Sulawesi UtaraPara pemain film horor 'Songko'. (Gunawan/Z Creators)

INDOZONE.ID - Rumah produksi Dunia Mencekam Studio bersama Santara resmi memperkenalkan karya horor terbaru mereka, "Songko", melalui prosesi gala premiere yang meriah di Metropole XXI, Jakarta. Mengangkat legenda urban masyarakat Minahasa, film ini menjanjikan pengalaman sinematik yang mencekam dengan latar belakang sejarah dan mitos kuat dari tanah Sulawesi Utara.

Berlatar tahun 1986 di sebuah desa terpencil di Tomohon, narasi film ini berfokus pada rangkaian kematian misterius yang menimpa para perempuan muda. Penduduk setempat meyakini bahwa malapetaka tersebut merupakan ulah Songko, sosok makhluk haus darah yang mengincar kesucian demi memperoleh kekekalan. Teror ini pun mengubah kedamaian desa menjadi kepanikan massal yang tak terkendali.

Demi mengejar autentisitas, tim produksi mengambil langkah berani dengan membangun set perkampungan utuh di kaki Gunung Lokon. Lokasi yang awalnya lahan kosong disulap menjadi desa era 80-an yang kini justru menjadi destinasi wisata dadakan bagi masyarakat lokal. Selain visual, komitmen budaya ditunjukkan dengan melibatkan hampir 60 persen kru dan aktor asli Manado untuk menjaga ruh cerita tetap hidup.

Baca juga: 'Danur: The Last Chapter' Tembus 2 Juta Penonton, Perkuat Dominasi Film Horor Indonesia

Produser kreatif Santara, Avandrio Yusuf, menjelaskan bahwa riset mendalam telah dilakukan dengan melibatkan para pemangku adat serta warga setempat. Langkah ini diambil guna memastikan penggambaran sosok Songko, gaya bahasa, hingga desain kostum tetap selaras dengan nilai tradisi Minahasa. Hal ini menjadikan "Songko" bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah representasi budaya yang nyata.

Eksekutif Produser Santara, Whisnu Baker, menegaskan bahwa proyek ini merupakan upaya untuk membawa narasi lokal ke panggung nasional tanpa kehilangan jati dirinya. Pelibatan talenta daerah dianggap sebagai kunci utama dalam menghidupkan karakter di dalam naskah agar terasa lebih organik bagi penonton.

“Kami ingin membawa cerita lokal ke level yang lebih luas, tetapi tetap dengan keaslian yang kuat. Dengan melibatkan talenta dari daerah asalnya, kami berharap cerita ini terasa lebih hidup dan memiliki identitas yang kuat,” jelas Whisnu.

Sang sutradara, Gerald Mamahit, menekankan bahwa kekuatan utama film ini terletak pada konflik psikologis antarmanusia yang terjepit di tengah teror. Baginya, rasa takut yang muncul dari hilangnya rasa saling percaya di antara warga desa jauh lebih mengerikan dibandingkan penampakan makhluk gaib itu sendiri.

“Yang membuat Songko terasa berbeda adalah bagaimana ketakutan itu berkembang. Bukan hanya dari makhluknya, tetapi dari manusia yang mulai kehilangan rasa percaya satu sama lain. Itu yang kami coba hadirkan horor yang terasa dekat dan nyata,” ujar Gerald.

Baca juga: 7 Film Horor Indonesia yang Tembus Luar Negeri, Diakui Dunia!

Annette Edoarda sebagai pemeran utama mengaku sangat terpukau dengan hasil akhir film ini. Meski terlibat langsung dalam proses syuting yang melelahkan di lokasi asli, ia tetap merasakan sensasi ketakutan yang luar biasa saat menyaksikan film tersebut di layar lebar bersama para tamu undangan lainnya.

“Waktu syuting, kami sudah merasakan atmosfer yang berat. Namun saat menonton di layar lebar bersama penonton lain, rasanya jauh lebih intens. Ada momen-momen yang bahkan membuat saya sendiri ikut merinding,” ungkap Annette.

Pendapat senada disampaikan oleh Imelda Therinne yang menyoroti kedalaman emosional di balik setiap adegan mencekam. Ia menilai "Songko" berhasil mengeksplorasi sisi gelap psikologi manusia ketika dihadapkan pada situasi yang mengancam nyawa, yang pada akhirnya memicu perpecahan di antara karakter-karakter di dalamnya.

“Horor di Songko bukan hanya soal sosoknya, tetapi bagaimana ketakutan itu menyebar dan memecah hubungan antar manusia. Itu yang menurut saya membuat film ini terasa lebih dalam dan menegangkan,” kata Imelda.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Bukan Sekadar Horor, 'Songko' Adalah Wajah Tradisi dan Mitos Sulawesi Utara

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!