Review Spider-Noir di Prime Video (IMDB)
INDOZONE.ID - Sepertinya tidak terlalu berlebihan bila serial Spider-Noir menjadi serial superhero favorit untuk tahun ini, bila dibandingkan Daredevil: Born Again atau The Boys season Finale. Pasalnya, serial ini menyajikan yang jarang disajikan di serial superhero sebelumnya, apalagi diberi latar era Depressi Besar di Amerika Serikat pasca perang dunia pertama dan tokohnya adalah penyelidik swasta.
Sebagai penggemar cerita superhero dan cerita noir atau hardboiled, serial ini terasa seperti mimpi aneh yang akhirnya jadi nyata. Ada beberapa nama cast di serial yang dikreasikan oleh Oren Uziel. Seperti Nicholas Cage, sosok aktor peraih Oscar yang esentrik, serta Lamorne Morris, Li Jun Li, Karen Rodriguez, Brendan Gleeson, hingga beberapa nama lain.
Buat yang familiar dengan Spider-Man universe pasti tahu Spider-Man Noir, versi alternatif Spider-Man berlatar New York era noir yang sebelumnya muncul di Into The Spider-Verse dengan suara Nicolas Cage. Dan setelah nonton serial ini, rasanya sulit membayangkan aktor lain memainkan “The Spider” selain Cage.
Ceritanya mengikuti Ben Reilly, mantan vigilante yang berhenti menjadi penyelamat kota setelah gagal menyelamatkan kekasinya, Ruby. Kini ia hidup sebagai private investigator murahan di kota yang perlahan membusuk dibantu sekertarisnya Janet.
Review Spider-Noir di Prime Video (Prime Video)
Baca juga: 'Spider-Noir' Jadi Serial Nomor Satu yang Paling Banyak Ditonton di Prime Video
Kasus awalnya sederhana untuk menemukan pria bernama yang diduga pembakaran rumah mafia milik Silvermane. Llau muncul kasus lain untuk penyelidikan wanita bernama Cat Hardy yang awalnya diduga selingkuh.
Lalu kasus lain bermunculan seperti menghilangnya pengawal Flint Marko yang ternyata berhubungan dengan manusia yang memiliki kekuatan super. Sampai akhirnya konspirasi besar yang melibatkan beberapa soosk yang mempunya kekuatan super dan eksperimen aneh di era Perang Dunia I.
Cerita noir merupakan subgenre fiksi kriminal yang lahir dari Amerika Serikat pada era 1930-an hingga 1950-an. Istilah noir sendiri berasal dari bahasa Prancis yang berarti "hitam", awalnya digunakan oleh kritikus film Prancis untuk menggambarkan film-film kriminal Amerika yang suram, pesimistis, dan penuh ambiguitas moral. Berbeda dengan kisah detektif klasik yang menghadirkan pahlawan sebagai pembela kebenaran, noir justru ber
fokus pada manusia-manusia yang tersesat, terluka, atau perlahan menuju kehancuran akibat pilihan hidup mereka sendiri.
Dalam dunia noir, tidak ada tokoh yang benar-benar suci dan tidak ada kemenangan yang terasa sepenuhnya bersih. Yang ada hanyalah manusia yang berusaha bertahan di tengah dunia yang terus mendorong mereka menuju jurang.
Review Spider-Noir di Prime Video (IMDB)
Filosofi itulah yang menjadi fondasi utama Spider-Noir. Meski sama-sama mengenakan topeng Spider-Man, dunia yang ditempati Ben Reilly dalam serial ini terasa sangat berbeda dari kisah superhero pada umumnya. Spider-Noir tidak sekadar mengadopsi estetika noir sebagai gaya visual, melainkan juga menghidupkan seluruh pandangan dunia noir ke dalam karakter, kota, dan atmosfer ceritanya.
Baca juga: Trailer Spider-Noir Resmi Dirilis, Nicholas Cage Jadi Detektif Berkekuatan Laba-laba
Spider-Noir hadir dalam dua pendekatan visual yang berbeda: versi hitam putih klasik dan versi berwarna yang lebih modern. Sekilas, perbedaan tersebut mungkin hanya terlihat sebagai pilihan artistik. Namun sebenarnya, perubahan warna turut mengubah cara penonton merasakan dunia yang dihuni sang karakter.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan