Ilustrasi film noir (Magnific)
INDOZONE.ID - Buat kamu yang tengah mengikuti pemberitaan tentang serial Spider-Noir, versi alternatif lain dari semesta supehero Spider-man di latar New York, tahun 1930-an. Nah, serial ini mendapatkan visualisasi ala film noir sesuai dengan konteks yang ada.
Tapi apa sebenarnya noir itu? Apa genre atau gaya sinematorgrafi serta hubungannya dengan hardboiled?
Sima penjelasannya di bawah ini yang Indozone kutip dari screamingeyepress.com.
Ketika mendengar kata noir, banyak orang langsung membayangkan gang-gang kota yang basah oleh hujan, asap rokok yang memenuhi ruangan, detektif berjas kusut, serta perempuan misterius yang menyimpan rahasia berbahaya.
Gambaran tersebut memang tidak sepenuhnya salah, tetapi noir sebenarnya jauh lebih kompleks daripada sekadar gaya visual atau kumpulan klise cerita kriminal.
Baca juga: Review 'Spider-Noir': Serial Superhero-Detektif Terbaik Tahun Ini dari Sisi Visual hingga Cerita
Secara harfiah, noir adalah kata dalam bahasa Prancis yang berarti "hitam". Namun dalam dunia sastra dan film, istilah ini merujuk pada cara pandang tertentu terhadap kehidupan. Noir bukan hanya genre, melainkan sebuah filosofi yang melihat dunia sebagai tempat yang penuh ketidakpastian, moralitas yang kabur, dan manusia yang terus bergulat dengan sisi gelap dirinya sendiri.
Istilah film noir pertama kali digunakan oleh kritikus Prancis setelah Perang Dunia II untuk menggambarkan film-film kriminal Amerika yang memiliki atmosfer suram dan pesimistis. Film-film tersebut sebenarnya banyak diadaptasi dari novel kriminal Amerika yang kemudian dikenal sebagai roman noir atau novel noir.
Seiring waktu, istilah noir berkembang menjadi sebuah konsep yang melampaui media tertentu dan dapat ditemukan dalam sastra, komik, video game, musik, hingga serial televisi modern.
Kesalahpahaman paling umum tentang noir adalah menganggapnya sebagai genre kriminal biasa. Padahal kejahatan hanyalah pintu masuk untuk mengeksplorasi sesuatu yang lebih dalam: kondisi manusia.
Dalam cerita noir, fokus utama bukanlah siapa pelaku kejahatan atau bagaimana kasus akan dipecahkan. Yang lebih penting adalah bagaimana karakter-karakternya menghadapi godaan, kegagalan, rasa bersalah, dan konsekuensi dari pilihan yang mereka buat.
Tokoh noir sering kali bukan pahlawan. Mereka bisa berupa kriminal, penjudi, penipu, polisi korup, atau bahkan orang biasa yang mengambil satu keputusan buruk dan kemudian terjebak dalam rangkaian peristiwa yang menghancurkan hidup mereka.
Karakter-karakter tersebut tidak selalu jahat. Namun mereka hampir selalu memiliki kelemahan yang perlahan membawa mereka menuju kehancuran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Screamingeyepress.com