Iqbaal Ramadhan dan Kristo Immanuel di Operasi Pesta Copet (Imajinari)
INDOZONE.ID – Rumah produksi IMAJINARI kembali menghadirkan proyek film terbarunya berjudul Operasi Pesta Copet. Film drama komedi yang akan tayang di bioskop Indonesia mulai Agustus 2026 ini menjadi debut penyutradaraan Edy Khemod sekaligus menampilkan sisi berbeda dari Iqbaal Ramadhan.
Melalui teaser poster yang baru dirilis, Iqbaal tampil jauh dari citra manis yang selama ini melekat padanya. Bersama Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, dan Kawai Labiba, ia membentuk komplotan pencopet yang beraksi di tengah keramaian konser musik.
Film ini mengambil latar festival musik besar Indonesia, Pestapora, yang menjadi arena utama operasi para copet. Di tengah puluhan ribu penonton yang memadati lokasi festival, keempat karakter tersebut menjalankan aksi mereka dengan berbagai kejadian tak terduga.
Operasi Pesta Copet menjadi kolaborasi unik antara industri film dan festival musik. Film ini menggandeng Direktur Festival Pestapora, Kiki Aulia Ucup, sebagai produser eksekutif.
Baca juga: Sinopsis "Monster Pabrik Rambut" Bertema Horor Fantasi, yang Dibintangi Iqbaal Ramadhan
Diproduksi oleh IMAJINARI yang sukses lewat franchise Agak Laen, film ini tidak hanya menampilkan kemeriahan festival musik, tetapi juga mengangkat sisi kehidupan manusia di baliknya serta isu sosial yang dekat dengan realitas masyarakat Indonesia saat ini.
Operasi Pesta Copet (Imajinari)
Produser Ernest Prakasa menyebut film ini sebagai salah satu proyek paling menantang yang pernah digarap IMAJINARI.
"Operasi Pesta Copet menjadi produksi Imajinari yang paling nekat sejauh ini. Film dengan set festival asli Pestapora dengan puluhan ribu penonton, yang menceritakan tentang operasi copet di konser," ujar Ernest.
Ia menjelaskan bahwa proses pengembangan film ini berlangsung cukup panjang sejak pertama kali ide tersebut disampaikan oleh Edy Khemod pada 2023.
"Film ini prosesnya sangat panjang. Pertama kali Khemod cerita soal ide ini pada tahun 2023. Jadi berselang tiga tahun sampai akhirnya nanti bisa tayang di bioskop Indonesia. Dan seperti biasa, ketika Imajinari menerima penawaran cerita, hal pertama yang kami tanya adalah kenapa film ini perlu dibuat? Dari keresahan Khemod soal kemiskinan struktural, kami percaya film ini punya alasan yang cukup kuat," tambah Ernest.
Baca juga: Dear Penonton Avenged Sevenfold, Polisi Ingatkan Bahaya Copet Hingga Tiket Palsu
Sebagai sutradara, Edy Khemod yang dikenal sebagai drummer band Seringai sekaligus creative dan show director berbagai pertunjukan musik di Indonesia, mengaku ingin menghadirkan cerita yang dekat dengan dunia yang selama ini ia geluti.
Menurutnya, fenomena pencopetan di konser merupakan persoalan nyata yang sering dialami penonton maupun penyelenggara acara musik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Imajinari