Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 25 JULI 2026 • 17:01 WIB

Benang Tenun Penelope Ternyata Cerminan Sempurna Gaya Nolan Bermain Waktu

Benang Tenun Penelope Ternyata Cerminan Sempurna Gaya Nolan Bermain WaktuMomen paling keren di The Odyssey, pembantaian para pelamar Penelope (IMDb)

INDOZONE.ID - Dari seluruh karakter di "The Odyssey", Penelope yang diperankan Anne Hathaway sering dianggap cuma pelengkap emosional, istri setia yang menunggu di rumah sementara suaminya bertarung melawan monster di lautan.

Tapi ada satu detail dari mitos aslinya yang tetap dipertahankan di film ini, dan kalau ditelusuri lebih dalam, detail itu justru diam-diam mencerminkan obsesi terbesar Christopher Nolan sendiri sebagai sutradara.

Ritual Menenun yang Sengaja Dibongkar Lagi Setiap Malam

Dalam kisah aslinya, Penelope menjanjikan para pelamar yang mengepung Ithaca bahwa ia akan memilih salah satu dari mereka setelah selesai menenun kain kafan pemakaman untuk mertuanya.

Baca juga: Bukan Kutukan Dewa, Ini Sebenarnya Alasan Odysseus Enggan Pulang ke Rumah dalam Film Odyssey

Trik liciknya, setiap malam ia diam-diam membongkar kembali tenunan yang ia buat siang harinya, sehingga pekerjaan itu tidak pernah benar-benar selesai.

Detail klasik ini tetap dipertahankan di film Nolan, dan justru jadi salah satu elemen paling menarik yang jarang benar-benar dibedah secara serius oleh ulasan mana pun.

Menenun dan Membongkar adalah Bahasa Nolan Sendiri

Kalau ditelusuri lebih jauh, ritual "membangun lalu membongkar" yang dilakukan Penelope sebenarnya adalah miniatur sempurna dari cara Nolan bercerita di hampir semua filmnya.

Di "Tenet", waktu dibuat berjalan maju dan mundur sekaligus. Di "Dunkirk", tiga garis waktu berbeda disusun berdampingan lalu dilebur ulang.

Di "Oppenheimer", masa lalu dan masa kini terus-menerus saling menenun dan membongkar makna satu sama lain. Penelope, tanpa perlu efek visual megah atau teknologi kamera canggih, sebenarnya sedang melakukan hal yang persis sama secara manual.

Menciptakan sesuatu yang utuh, lalu sengaja menguraikannya kembali, supaya waktu seolah tidak pernah benar-benar bergerak maju.

Bedanya, kalau biasanya trik semacam ini jadi milik eksklusif gaya penyutradaraan Nolan di level teknis pengambilan gambar dan editing, di film ini triknya justru dipindahkan ke tangan seorang karakter perempuan yang selama ribuan tahun cuma dikenal lewat sisi kesetiaannya, bukan lewat kecerdikan struktural yang ia mainkan.

Ada satu momen ketika Penelope mengucapkan bahwa kisah-kisah mengerikan yang beredar itu benar adanya, dan bahwa peradaban mereka sedang runtuh.

Sekilas terdengar seperti dialog dramatis biasa, tapi kalimat ini sebenarnya menempatkan Penelope bukan sekadar istri yang menunggu, melainkan sosok yang sedang menahan laju keruntuhan sebuah peradaban dengan tangannya sendiri.

Lewat benang yang ia tenun dan uraikan berulang kali. Ia bukan cuma menunda pilihan pribadi, ia sedang menunda kehancuran Ithaca secara harfiah, satu helai benang pada satu waktu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: IMDb, Rotten Tomatoes

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Benang Tenun Penelope Ternyata Cerminan Sempurna Gaya Nolan Bermain Waktu

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!