Para pemeran film 'Istimewa' (INDOZONE/M Fadli)
INDOZONE.ID – Film 'Istimewa' resmi meluncurkan poster dan trailer perdananya dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Kairos Pictures, kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2026). Film yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai 17 September 2026 ini mengangkat kisah nyata tentang perjuangan, kasih sayang, dan semangat enam anak penyandang disabilitas.
Disutradarai Ruben Adrian dan ditulis oleh Abdullah Mansuri, pemilik yayasan disabilitas, Istimewa bercerita tentang Pak Mahendra yang dengan penuh kasih merawat sekumpulan anak, termasuk enam anak penyandang disabilitas. Di tengah keterbatasan ekonomi, mereka hidup layaknya sebuah keluarga hingga kondisi kesehatan Pak Mahendra menurun dan memaksa anak-anak menghadapi kenyataan yang tidak mudah.
Aktor senior Agus Kuncoro, yang turut membintangi film tersebut, mengaku membawa pulang pengalaman emosional yang sulit dilupakan selama proses syuting. Menurutnya, interaksi dengan para pemeran disabilitas memberikan kesan yang begitu mendalam.
"Saya lihat banget betapa jujurnya mereka ketika mereka menangis, betapa mereka berteriak, betapa mereka takutnya, kelihatannya sosok yang mengandalkan mereka ada. Itu momen yang ada tiga hari sampai empat hari, saya nggak bisa ngelupain bagaimana melihat wajah-wajah mereka," ujar Agus Kuncoro kepada wartawan.
Baginya, kejujuran emosi yang ditampilkan para pemeran bukan sekadar akting, melainkan pengalaman yang meninggalkan kesan mendalam selama produksi film berlangsung.
Sementara itu, salah satu pemeran penyandang disabilitas, Nia, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan untuk terlibat dalam film tersebut. Ia berharap kehadiran para pemain disabilitas di Istimewa dapat mengubah cara pandang masyarakat.
"Terima kasih Ayah sudah memberikan kepercayaan untuk Nia bisa terlibat dalam film ini. Insya Allah di film ini kami buktikan kepada semua orang bahwa kami pantas untuk berkarya. Kami tidak butuh dikasihani, tapi kami butuh dikasih kesempatan dan tidak dipandang sebelah mata," kata Nia.
Ia juga menyampaikan pesan agar perbedaan tidak dijadikan alasan untuk membedakan ataupun merendahkan seseorang.
"Janganlah jadi beda karena keadaan, dan janganlah jadi rendah karena perbedaan. Sebab kita adalah orang-orang pilihan yang Insya Allah akan menjadi kebanggaan," tuturnya.
Baca juga: Review Film ‘Dunia Tanpa Suara’, Kisah Persabahatan dan Cinta Disabilitas yang Menyentuh
Penulis film sekaligus pemilik yayasan disabilitas, Abdullah Mansuri, mengatakan Istimewa memang dirancang sebagai tontonan keluarga yang membawa pesan edukatif tentang inklusivitas. Menurutnya, film ini diharapkan dapat menjadi media pembelajaran bagi anak-anak untuk menghargai penyandang disabilitas sejak usia dini.
"Iya, ini film memang kita peruntukkan untuk semua umur, jadi anak juga bisa. Karena paparan media sosial cukup besar terhadap bullying terhadap disabilitas, maka kita memang sudah menyiapkan ini untuk bisa menjadi pelajaran bagi anak-anak sekolah, anak-anak usia dini untuk melihat film ini agar lebih menghargai teman-teman disabilitas," ujar Abdullah.
Film produksi Kairos Pictures ini dibintangi Mathias Muchus sebagai Pak Mahendra, Agus Kuncoro, Ence Bagus, Ajhil Ditto, Yanni Melwani, serta enam anak penyandang disabilitas yang tampil sebagai pemeran utama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan