Jumat, 19 SEPTEMBER 2025 • 10:02 WIB

Hello Sister dan Lagi Liburan Films Jadi Juara Inspiring Asia Micro Film Festival 2025 Regional Indonesia!

Author

Inspiring Asia Micro Film Festival 2025 Regional Indonesia (Gunawan)

INDOZONE.ID - Untuk pertama kalinya, Inspiring Asia Micro Film Festival 2025 hadir di Indonesia lewat program #InspiringIndonesia. Festival ini menggelar kompetisi dua kategori, yaitu Best Project dan Best Micro Film. 

Dari deretan finalis, film “Yang Diam Yang Bersuara” karya Hello Sister dan “Mania Dunia Nia” produksi Lagi Liburan Films berhasil membawa pulang gelar juara.

Festival ini mengusung tema “To Be Seen” yang menitikberatkan pada isu kesehatan mental. 

Lebih dari 50 karya film dan proyek diajukan dari berbagai daerah di Indonesia, sebelum akhirnya dikerucutkan menjadi 14 finalis. 

Baca juga: The Summer I Turned Pretty Lanjut ke Layar Lebar, Ini Bocoran Ceritanya

Para finalis tersebut mengikuti proses community vetting melalui platform Campaign for Good, di mana lebih dari 2.000 orang terlibat memberikan dukungan sekaligus berdialog mengenai isu yang diangkat.

Proses penjurian final berlangsung dalam acara Screening & Awarding Day di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta Pusat, pada Rabu (17/9/2025). 

Tiga tokoh lintas bidang, yakni sutradara Kamila Andini, komika sekaligus filmmaker Bene Dion Rajagukguk, serta psikolog Analisa Widyaningrum dipercaya menilai karya-karya terbaik. 

Kehadiran dewan juri dengan latar belakang berbeda memberi bobot khusus pada proses pemilihan pemenang.

Baca juga: Angkat Tema Koruptor di Akhirat, Cast 'Jembatan Shiratal Mustaqim' Minta Masyarakat Ajak Pejabat untuk Nobar

Kamila Andini menilai kualitas film yang masuk final cukup memikat karena mampu menggambarkan keresahan anak muda. Ia menekankan bahwa keberadaan festival ini membuka ruang penting bagi sineas muda. 

“Senang saat melihat ada ruang seperti ini untuk filmmaker dan konsen membuat perubahan melalui karya. Buat saya cukup refreshing karena melihat perspektif yang berbeda-beda. Keberagaman itu rasanya menunjukkan harapan,” kata Kamila usai acara. 

Selain juri, acara puncak festival juga dihadiri oleh tokoh pemerintahan dan perwakilan lembaga mitra. 

Deputi Bidang Kreativitas Media Kemenparekraf Agustini Rahayu serta Candy Goh, Director Li Foundation, hadir memberikan apresiasi. 

Baca juga: Sinopsis Dollhouse, Film Horor Jepang Terbaru 2025 yang Bikin Merinding!

Dukungan juga datang dari NGO, praktisi kesehatan remaja, hingga komunitas film. Kolaborasi ini menegaskan bahwa festival bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah sinergi untuk menguatkan kesadaran publik.

Candy Goh menyampaikan bahwa gelaran perdana di Indonesia menjadi bukti keberhasilan kerja sama lintas pihak. 

“Antusiasme para sineas muda dan partisipasi luas dalam dialog di Campaign for Good menunjukkan besarnya kepedulian terhadap isu kesehatan mental pemuda,” ucapnya.

Hello Sister, yang memenangi kategori Best Project, menyoroti kisah seorang mahasiswa bernama Giri yang mendapat perlakuan tidak pantas dari dosen pembimbingnya. 

Baca juga: Michelle Ziudith Tak Butuh Dalami Karakter Maria di Film 'Jangan Panggil Mama Kafir', Ini Alasannya

Film ini diarahkan Royyand Irsyad dan diproduseri Mutiara Ramadhon. Mutiara menyebut kemenangan tersebut di luar dugaan. 

“Nggak nyangka film ini bisa menyentuh dan sampai di panggung ini. Karena sering menerima aduan dari korban, kami berusaha meng-capture melalui film pendek tentang apa yang dirasakan korban tetapi tidak bisa mereka sampaikan,” jelasnya.

Di kategori Best Micro Film, Lagi Liburan Films sukses lewat “Mania Dunia Nia”. 

Karya Yosafat Prasetya dan Januar David Ciu itu mengangkat cerita mahasiswa baru yang kesulitan membagi waktu antara kuliah, pekerjaan, serta pengaruh media sosial. 

Baca juga: Penjelasan Akhir 'The Summer I Turned Pretty' Season 3, Belly dan Conrad Happy Ending?

Yosafat mengaku kemenangan tersebut menjadi bukti bahwa ide sederhana bisa beresonansi luas. 

“Ketika diumumkan menjadi juara saya langsung track back ke proses pra sampai post production, itu kayak nggak percaya. Saya merasa film ini bisa beresonansi,” ujarnya.

Kedua pemenang tersebut kini melangkah ke babak Preliminary Inspiring Asia. Mereka berkesempatan tampil di Grand Final yang akan berlangsung di Singapura pada 25 Oktober 2025. 

Tidak hanya membawa nama Indonesia, keduanya juga akan bersaing dengan sineas dari 70 negara untuk memperebutkan hadiah total USD 150.000.

Baca juga: Jangan Panggil Mama Kafir Resmi Luncurkan Official Poster & Trailer, Suguhkan Kisah Cinta Beda Agama

Hal ini menegaskan Indonesia sebagai rumah bagi talenta muda berbakat. Festival ini bukan sekadar ajang penghargaan, melainkan simbol bahwa film pendek mampu menjadi medium kuat untuk menyuarakan kebenaran, menggugah kesadaran, sekaligus menciptakan ruang dialog tentang isu yang sering kali terpinggirkan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU