INDOZONE.ID - Christine Hakim mengaku heran karena dalam film Pangku semua elemennya layak masuk nominasi, namun sutradara tidak masuk nominasi di Festival Film Indonesia 2025.
"Yang saya justru heran, apalagi setelah melihat hasilnya juga ya, bahwa setiap elemen sebetulnya itu layak untuk masuk nominasi. Tapi justru director tidak masuk nominasi dalam FFI," kata Christine saat ditemui di Jakarta Selatan, Selasa.
Christine Hakim menilai bahwa film animasi dan film live-action memiliki proses yang berbeda, sehingga sulit dibandingkan secara langsung, terlebih seorang sutradara film live-action harus bekerja dengan aktor.
Baca juga: Reza Rahadian Pertahankan Adegan Kunci Film 'Pangku' Meski Hadapi Tantangan LSF
"Bahkan, menurut saya yang lebih aneh lagi bahwa film animasi, director-nya masuk nominasi itu dua ilmu, disiplin ilmu yang berbeda menurut saya. Ya, dia tidak perlu men-direct pemeran," jelasnya.
Debut penyutradaraan, Christine Hakim melihat Reza Rahadian sudah matang dalam mengeksekusi setiap detail di film tersebut.
"Film animasi dan film layar lebar menurut saya, logika akal sehat dan pengalaman saya selama kurang lebih 50 tahun di film, bagaimana yang sutradara animasi bisa masuk?" pungkas Christine Hakim.
Baca juga: Film 'Pangku' Besutan Reza Rahadian Borong Empat Penghargaan di BIFF 2025
Reza Rahadian merupakan seniman, aktor, sekaligus sutradara yang baru saja debut lewat film terbarunya berjudul Pangku, tayang 6 November 2025 di seluruh bioskop Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung