INDOZONE.ID - Nama Joko Anwar udah nggak asing lagi bagi pencinta film Indonesia. Sutradara asal Medan ini, dikenal sebagai salah satu sineas paling berpengaruh di industri film.
Ia berhasil mendapat perhatian di dalam maupun luar negeri. Semua itu berkat gaya penyutradaraannya yang khas, cerita berani, dan beda dari yang lain.
Perjalanan kariernya juga nggak terjadi secara instan. Ia nggak langsung jadi sutradara terkenal seperti sekarang.
Lalu, seperti apa sebenarnya perjalanan hidup dan kariernya bisa mencapai posisi ini? Berikut perjalanan karier dan profil lengkap Joko Anwar yang mengubah wajah perfilman Indonesia.
Profil Singkat Joko Anwar
Nama panggung: Joko Anwar
Nama asli: Joko Eddy Haryanto
Tempat lahir: Medan
Tanggal lahir: 3 Januari 1976
Agama: Islam
Zodiak: Capricorn
Status: Tidak diketahui
Almamater: Institut Teknologi Bandung
Joko Anwar lahir di Medan, pada 3 Januari 1976. Ia adalah salah satu sineas paling terkenal di Indonesia. Namanya dikenal sebagai sutradara, penulis skenario, produser, sekaligus kadang ikut tampil sebagai aktor dan editor.
Selama berkarier, Joko sudah meraih banyak penghargaan bergengsi. Berkat gaya filmnya yang beda, ia dikenal luas di Indonesia maupun luar negeri.
Baca juga: Sinopsis dan Pemain Lengkap Ghost in the Cell, Film Komedi Horor Joko Anwar 2026
Kehidupan Pribadi
Joko Anwar lahir di pinggiran kota Medan yang terkenal dengan tingkat kriminalitas yang tinggi kala itu. Ia berasal dari keluarga sederhana serta merupakan anak bungsu dengan satu kaka perempuan dan laki-laki.
Sutradara ini diketahui memeluk agama Islam. Selain itu, ia cukup tertutup soal hubungan asmaranya. Nggak ada informasi soal pernikahan hingga kini.
Akan tetapi, ia pernah membahas beberapa mantan pacarnya yang membekas di ingatan dalam sebuah podcast.
Perjalanan Karier
Perjalanan karier Joko Anwar (Instagram @jokoanwar)
Suka Film Sejak Kecil
Kegemaran Joko Anwar pada film udah terlihat sejak kecil. Ia suka menonton banyak film, terutama kungfu dan horor.
Bahkan, minatnya pada dunia cerita sebenarnya sudah terlihat sejak SMP. Waktu itu, ia sering menulis dan bahkan menyutradarai pertunjukan drama di sekolah.
Meski begitu, Joko nggak langsung masuk sekolah film. Ia kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan mengambil jurusan teknik penerbangan.
Saat itu, kondisi ekonomi keluarganya nggak memungkinkan untuk sekolah film.
Setelah lulus pada 1999, Joko bekerja sebagai wartawan di The Jakarta Post dan kemudian dikenal sebagai kritikus film.
Menariknya, sebelum dikenal sebagai sineas, Joko juga pernah jadi anggota Paskibraka Nasional 1991 yang mewakili Provinsi Sumatera Utara.
Awal Karier di Dunia Film
Perjalanan Joko di dunia film dimulai secara nggak terduga. Semuanya dimulai saat ia harus mewawancarai sutradara Nia Dinata untuk The Jakarta Post.
Nia justru tertarik dengan cara berpikir dan tulisan Joko. Ia kemudian mengajaknya menulis skenario film Arisan! (2003).
Film tersebut sukses besar, baik secara komersial maupun kritik. Arisan juga memenangkan Film Terbaik di Festival Film Indonesia 2004, serta Best Movie di MTV Indonesia Movie Awards 2004.
Debut sebagai Sutradara
Pada tahun 2005, Joko akhirnya menyutradarai film pertamanya berjudul Janji Joni. Menariknya, cerita film ini sebenarnya sudah ia tulis sejak masih kuliah pada 1998.
Film tersebut cukup sukses di bioskop dan memenangkan Best Movie di MTV Indonesia Movie Awards 2005.
Bahkan, Janji Joni juga dapat penghargaan khusus dari SET Foundation karena dianggap memiliki cara bercerita yang inovatif.
Film ini bahkan diputar di beberapa festival film internasional seperti Sydney Film Festival dan Busan International Film Festival.
Janji Joni juga membantu menghidupkan kembali popularitas aktor laga legendaris Barry Prima, yang merupakan idola Joko sejak kecil.
Film-film Berikutnya
Pada 2007, Joko menulis dan menyutradarai film Kala, yang sering disebut sebagai film noir pertama dari Indonesia.
Film ini dapat banyak pujian dari kritikus internasional, dan diputar di lebih dari 30 festival film dunia. Salah satu penghargaan yang diraih adalah Jury Prize di New York Asian Film Festival.
Selain menyutradarai filmnya sendiri, Joko juga menulis skenario untuk film karya sutradara lain. Ia juga menulis skenario film Fiksi yang disutradarai Mouly Surya.
Film ini mendapat banyak pujian dan memenangkan Film Terbaik serta Skenario Terbaik di Festival Film Indonesia 2008.
Pengakuan Internasional
Pada 2009, Joko merilis film thriller psikologis Pintu Terlarang. Film ini mendapat pujian luas dari kritikus internasional.
Kritikus dari majalah TIME, menyebut film ini cerdas sekaligus gelap. Katanya, film tersebut bisa menjadi bukti kemampuan Joko sebagai sutradara kelas dunia.
Sementara perwakilan dari The Hollywood Reporter menilai, film ini sebagai horor-suspens yang mengesankan.
Pintu Terlarang juga diputar di berbagai festival internasional, serta memenangkan penghargaan bergengsi di tingkat dunia.
Film Populer Joko Anwar
- Janji Joni (2005)
- Kala (2007)
- Pintu Terlarang (2009)
- Modus Anomali (2012)
- A Copy of My Mind (2015)
- Pengabdi Setan (2017)
- Gundala (2019)
- Perempuan Tanah Jahanam (2019)
- Pengabdi Setan 2: Communion (2022)
- Siksa Kubur (2024)
- Pengepungan di Bukit Duri (2025)
- Ghost in the Cell (2026)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan Media Sosial