Kisah Romo Gabriele Amorth: Eksorsis Inspirasi Film "The Pope's Exorcist" yang Mengaku Ditakuti Setan
INDOZONE.ID - Buat kalian yang menonton film 'The Pope's Exorcist' yang kini tayang di Netflix tentunya mengenal tokoh yang diperankan oleh Russel Crowe yang memerankan Father Gabriele Amorth atau Romo Gabriele Amorth.
Ternyata, tokoh pengusir setan atau eksorsis dari gereja Vatikan tersebut sudah melakukan lebih dari 100.000 eksorsisme sebelum kematiannya di 2016, seperti yang dikutip Variety.
Bekerja sebagai eksorsis resmi di Vatikan, ia melakukan layanan yang banyak orang hanya melihatnya dalam film horor.
Nah, bagaimana kisah hidupnya? Simak penjelasan di bawah ini.
Punya gelar hukum dan jadi jurnalis sebelum jadi Romo
Lahir di Modena, Italia, pada tahun 1925, Amorth bergabung dengan perlawanan Italia selama Perang Dunia II.
Baca Juga: Sinopsis Film 'The Pope's Exorcist', Angkat Kisah Nyata Pengusiran Setan Terkuat!
Ia meraih gelar hukum dan bekerja sebagai jurnalis sebelum menjadi seorang Romo pada tahun 1951.
Pada tahun 1986, Amorth diangkat sebagai asisten untuk Kardinal Ugo Poletti, eksorsis utama Keuskupan Roma, yang kemudian ia gantikan. Ia tetap menjabat dalam posisi tersebut hingga kematiannya.
Menulis buku dan mendirikan asosiasi eksorsis
Pada tahun 1990, ia menulis buku "An Exorcist Tells His Story," yang diterjemahkan ke dalam 30 bahasa berbeda dan menjadi bestseller. Sekitar waktu yang sama, Amorth mendirikan Asosiasi Internasional Eksorsis.
Asosiasi ini, yang masih ada hingga saat ini, tidak terkesan dengan film baru tersebut.
"Cara ini dalam menceritakan pengalaman Don Amorth sebagai seorang eksorsis, selain bertentangan dengan realitas sejarah, juga memutarbalikkan dan memalsukan apa yang benar-benar dialami dan dirasakan selama eksorsisme pada orang yang benar-benar dirasuki," kata asosiasi tersebut dalam pernyataan, seperti yang dikutip oleh Kevin J. Jones dari Catholic News Agency.
Eksorsisme di dalam keristenan menurut ahli teologi
Eksorsisme memiliki sejarah panjang dalam Kekristenan. Praktik ini muncul dalam Perjanjian Baru, yang menggambarkan Yesus mengusir roh jahat dalam Injil Markus.
Baca Juga: Review Lengkap The Pope's Exorcist, Minim Jumpscare tapi Terornya Bikin Sesak Napas
Meskipun Protestan juga melakukan eksorsisme, praktik ini keluar dari mode sekitar abad ke-17. Saat ini, eksorsisme terutama dikaitkan dengan Katolik.
Bahkan pada tahun 2017, Paus Fransiskus mengatakan kepada sekelompok imam bahwa mereka "tidak boleh ragu" untuk memanggil eksorsis ketika diperlukan.
Jadi materi untuk The Pope's Exorcist
Eksorsisme telah lama menjadi subjek yang menarik perhatian Hollywood dan penggemar film horor.
"The Pope's Exorcist" adalah yang terbaru dalam serangkaian film yang menghadapkan imam-imam melawan kekuatan setan, yang paling terkenal adalah "The Exorcist" (1973).
Mengaku dirinya ditakuti setan
Amorth adalah penggemar film tersebut: Ketika ia bertemu dengan sutradaranya, William Friedkin, beberapa dekade kemudian, ia menjelaskan bahwa ia tidak takut pada setan, dan sebenarnya setan yang takut padanya.
"Tahu mengapa Setan takut padaku? Karena aku lebih jelek daripadanya," kata Amorth kepada Friedkin dalam wawancara Vanity Fair tahun 2016.
Baca Juga: Review 'The Devil's Light': Ritual Eksorsisme yang Kebingungan, Gak Seram dan Tema Standar
Meskipun dikenal memiliki selera humor yang mengejutkan, mengingat pekerjaannya, Amorth percaya bahwa pekerjaan yang ia lakukan sangat penting.
Sepanjang hidupnya, ia mengklaim telah melakukan puluhan ribu ritual eksorsisme.
Menurut Deepa Bharath dari Associated Press (AP), Amorth pernah mengatakan bahwa 98 persen dari mereka yang mencarinya membutuhkan seorang psikiater, bukan eksorsis. Namun, fokusnya tetap pada 2 persen tersebut.
Filmnya sempat dikritik komunitas Katolik
Meskipun beberapa kalangan dalam komunitas Katolik kritis terhadap "The Pope's Exorcist," salah satu produser eksekutif film tersebut, Edward Siebert, yang juga seorang imam Yesuit, tetap bersikeras bahwa tujuannya adalah untuk menggambarkan orang-orang seperti Amorth dalam cahaya positif.
"Bagus melihat seorang imam berbicara tentang doa, pengampunan, kasih Allah, dan, di atas semua itu, mengusir iblis," kata Siebert kepada AP. "Rasanya baik melihat seorang imam sebagai pahlawan."
Baca Juga: 8 Serial Terbaru Berdasarkan Kisah Nyata, Tegang hingga Haru!
Menyelipkan insiden asli dengan balutan fiksi
Dalam rangka menyisipkan unsur-unsur realitas ke dalam alur ceritanya, film The Pope's Exorcist tersebut mengisyaratkan beberapa peristiwa nyata, termasuk Inquisisi Spanyol dan hilangnya Emanuela Orlandi, yang dikenal sebagai Gadis Vatikan.
Terkait dengan Emanuela Orlandi, Father Amorth (Russell Crowe) mengakui kepada muridnya, Father Esquibel (Daniel Zovatto), bahwa ia sebagian bertanggung jawab atas bunuh diri seorang gadis muda bernama Rosaria (Bianca Bardoe), yang melompat ke kematiannya.
Detail terakhir ini mengaitkan karakter tersebut dengan Emanuela Orlandi, yang menghilang saat dalam perjalanan pulang dari kelas musiknya di Roma pada bulan Juni 1983 ketika berusia 15 tahun, dan tidak pernah terlihat lagi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber