Mengenal Fujio Akatsuka: Sang Bapak Manga Komedi yang Diadaptasi Berbagai Anime dan Bikin Ngakak
INDOZONE.ID - Sama halnya dengan sebuah film, manga Jepang juga terdiri dari berbagai macam genre, ada yang bergenre action, drama, horor sampai komedi.
Dalam sejarahnya, komikus satu ini menjadi yang pertama dalam menciptakan manga bergenre komedi. Namanya adalah Fujio Akatsuka, seorang komikus kelahiran Hebei, Tiongkok pada 14 September 1935.
Ayahnya adalah seorang polisi militer Jepang yang ditugaskan di Tiongkok. Setelah Perang Dunia Kedua berakhir, keluarga Akatsuka pun pindah lagi ke Jepang. Fujio-sensei menghabiskan masa mudanya di prefektur Niigata dan Nara.
Baca Juga: Sinopsis dan Pemeran Queen Woo’ Drakor Terbaru Agustus 2024 yang Dibintangi Ji Chang Wook
Di usianya yang ke-19, Ia pindah ke Tokyo untuk bekerja di sebuah pabrik bahan kimia. Sembari bekerja, Fujio-sensei sudah memulai kariernya sebagai seorang komikus. Ia membuat karya perdananya di bulan Oktober 1958, berjudul Kura Yami no Tenshi dan Matsuge-chan.
Di bulan Desember 1958, nama Fujio-sensei mulai mendapat pengenalan oleh publik Jepang usai merilis karya terbarunya yang berjudul Nama-chan. Manga itulah yang menjadi gerbang pembuka dari kesuksesan karier Fujio-sensei sebagai seorang komikus.
Ketiga manga buatannya Fujio-sensei sukses mendapatkan serialisasinya di beberapa media. Kura Yami no Tenshi ditayangkan di media Shojo Club selama medio Oktober 1958 sampai Maret 1959.
Kemudian Matsuge-chan dipublikasikan di media Hitomi dari Oktober 1958 sampai April 1961, lalu serialisasinya dilanjutkan lewat media Ribon selama periode Juli-Desember 1961. Terakhir manga Nama-chan dirilis di media Manga King sejak Desember 1958 sampai Maret 1961.
Nama Fujio-sensei semakin naik di era 1960-an usai 2 karya fenomenalnya dirilis ke publik, yaitu Osomatsu-kun dan Himitsu no Akko-chan. Kedua manga tersebut sama-sama dirilis di tahun 1962. Selang 5 tahun kemudian, Fujio-sensei kembali dengan 2 karya fenomenal lainnya yang berjudul Mouretsu Atarou dan Tensai Bakabon.
Berkat 4 karya tersebut, nama Fujio-sensei mulai disejajarkan dengan komikus legendaris lainnya. Tak hanya itu, Fujio-sensei juga mulai mendapatkan penghargaan pertamanya berkat manga Osomatsu-kun dan Tensai Bakabon.
Baca Juga: Cinta Tak Pernah Tepat Waktu Rilis Poster, Refal Hady Ngaku Ditampar oleh Karakter Daku
Manga Osomatsu-kun menjadi karya pertama Fujio-sensei yang sukses diadaptasi ke dalam versi anime-nya. Anime original Osomatsu-kun ditayangkan sejak 5 Februari 1966 sampai 25 Maret 1967 dengan total penayangan sebanyak 56 episode.
Memasuki tahun 1969, manga Himitsu no Akko-chan dan Mouretsu Atarou resmi mendapatkan adaptasi anime-nya. Himitsu no Akko-chan menjadi yang tayang pertama, disusul dengan Mouretsu Atarou yang tayang 3 bulan setelahnya.
Himitsu no Akko-chan tayang sejak 6 Januari 1969 sampai 26 Oktober 1970 dengan jumlah penayangan sebanyak 94 episode. Sementara Mouretsu Atarou tayang pada 4 April 1969 dan berakhir dengan penayangan episode ke-90 pada 25 Desember 1970.
Masuk ke era 1970-an, manga Tensai Bakabon mendapat gilirannya untuk diadaptasi ke dalam format anime yang ditayangkan selama media 25 September 1971 sampai 24 Juni 1972 dengan jumlah penayangan sebanyak 40 episode.
Keempat karya fenomenalnya ini menjadi yang paling laris baik versi manga maupun anime-nya. Saking suksesnya, versi anime dari keempat karyanya Fujio-sensei tadi sampai dirilis ke dalam beberapa musim dan juga dibuat versi remake-nya.
Baca Juga: Sinopsis 'Saving Bikini Bottom: The Sandy Ckeeks Movie', Petualangan Baru dari Semesta Spongebob
Satu hal yang jadi ciri khas dari keempat karya fenomenalnya Fujio-sensei adalah adanya karakter sampingan yang lebih populer dan disukai oleh para penggemar dibanding sang tokoh utamanya. Soal inspirasi, Fujio-sensei mengaku terinspirasi oleh Buster Keaton, seorang aktor legendaris AS yang dikenal dengan ekspresi datarnya di setiap film yang Ia perankan.
Fun fact, Fujio-sensei mempunyai studionya sendiriyang dinamakan Fujio Productions Ltd. Studio ini berdiri sejak tahun 1965. Lalu di tahun 2000, Fujio-sensei pernah membuat manga yang menggunakan bahasa Braille khusus para pembacanya yang merupakan seorang pasien tunanetra.
Meskipun Fujio-sensei disibukkan dengan produksi anime dari 4 karya fenomenalnya, tapi Fujio-sensei masih tetap aktif menggarap karya manga lainnya sampai tahun 1999. Shusendo Dayon menjadi manga terakhir yang digarap Fujio-sensei. Manga tersebut hanya berjalan selama 2 bulan saja, mulai dari Januari sampai Februari 1999.
Baca Juga: 14 Drakor Terbaru Agustus 2024, Banyak Thriller Misteri sampai Ada Kisah Aksi Loh!
Kondisi kesehatan Fujio-sensei mulai mengalami penurunan saat memasuki era 2000-an. Ia diketahui mengalami pendarahan otak sejak tahun 2002.
Sejak saat itu, Fujio-sensei mulai sering mengalami kondisi vegetatif, suatu kondisi pada otak yang mengganggu fungsi otak si pasien. Bagian serebrum pada otak pasien tidak dapat berfungsi dengan normal, akan tetapi bagian hipotalamus dan batang otak pasien masih bisa berfungsi dengan normal.
Pasien yang sudah berada di fase ini biasanya akan sering mengalami kehilangan kesadaran, namun organ vital dari si pasien masih bisa berfungsi dengan normal walaupun otak pasiennya sudah mengalami gangguan pada fungsinya.
Baca Juga: Squid Game Lanjut hingga Season 3, sang Sutradara Antusias Banget!
Kondisi ini terus Fujio-sensei alami hingga akhir hayatnya. Selain mengalami pendarahan otak, Fujio-sensei juga mengalami pneumonia yang merenggut nyawanya. Fujio-sensei wafat di Bunkyo, Tokyo pada 2 Agustus 2008. Beberapa bulan sebelum kepergiannya, Fujio-sensei sempat menggarap anime terakhirnya yang berjudul Hennako-chan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wikipedia, MyAnimeList