Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 26 JULI 2026 • 13:05 WIB

Pameran Musik Ini Perkuat Ekosistem Industri Musik Indonesia dan Lahirkan Talenta Baru

Pameran Musik Ini Perkuat Ekosistem Industri Musik Indonesia dan Lahirkan Talenta BaruIlustrasi konser musik. (Freepik)

INDOZONE.ID - Industri musik Indonesia dinilai punya potensi ekonomi yang besar. Kontribusinya tidak hanya berasal dari penyanyi atau konser musik, tetapi ada banyak pelaku di balik layar yang ikut membesarkan industri musik.

Ketua Umum Asosiasi Penggiat Peralatan Audio Visual & Musik Indonesia (APAVMI), Hendry Kaihatu, akan terus mendorong penguatan ekosistem industri musik, termasuk mengajak seluruh pelaku usaha untuk menyajikan data real, yang berpengaruh terhadap perekonomian nasional.

“Kami akan terus membentengi dan mendorong semua penyelenggara pameran yang terkait dengan dunia industri ini. Kepada produsen lokal agar memberikan data holistik dan kita berikan ke BPS,” ujar Hendry dalam acara Press Conference Pro AVL 2026 di Gandaria City, Jakarta, baru-baru ini. 

Data Kementerian Ekonomi Kreatif menunjukkan nilai Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif pada 2025 mencapai sekitar Rp1.500 triliun, sementara nilai ekspor subsektor terkait mencapai US$31,4 miliar pada periode 2024–2025.

Baca juga: The Dusty Rusty Rayakan Nostalgia Retro-Pop Lewat Mini Album Perdana

Melihat data itu, Hendry menilai, selama ini industri musik lebih banyak dihitung dari sektor pertunjukannya saja. Padahal ekosistemnya jauh lebih luas dibanding yang selama ini terlihat. 

Bukan hanya melahirkan penyanyi dan musisi, ekosistem industri musikm juga mencakup produsen alat musik, penyedia teknologi audio visual, penyelenggara konser, hingga sekolah musik yang bersama-sama mendorong pertumbuhan industri kreatif nasional.

“Padahal kalau kita semua sepakat ekosistem industri ini besar, ada pertunjukan, penyuplai produk, penyedia peralatan importir yang masukin barang ada pajak yang mereka setor ke negara,” bebernya. 

Belum lagi pendapatan yang dihasilkan dari penyelenggaraan berbagai event musik. Di sisi lain, karya musisi yang dipasarkan juga menciptakan nilai ekonomi tersendiri, sehingga jika dihitung secara keseluruhan, kontribusi ekosistem industri musik bisa meningkat hingga 3-4 kali lipat.

Baca juga: For Revenge Rilis Teaser "I Miss You Every Brand New Day", Soundtrack 'Spider-Man: Brand New Day'

“Saya mau menggambarkan bahwa potensi industri ini besar asal kita sepakat menggelorakan dan konstribisi PDB per kapita itu besar. Jadi seperti industri elektronik dan makanan minuman, industri ini juga penting,” terangnya. 

Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap subsektor ekonomi kreatif. Salah satunya melalui usulan tambahan anggaran Kementerian Ekonomi Kreatif sebesar Rp5,7 triliun, yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan 17 subsektor ekonomi kreatif, termasuk industri musik.

“Dari Menekraf di satu forum beliau berani meminta dana anggaran dari Kemenkeu sebesar Rp5,7 triliun untuk tahun ini dan cukup men-trigger 17 subsektor. Ini sejalan dengan Kemendag yang juga ikut memamerkan industri lokal walaupun itu dari banyak hal,” paparnya. 

Mengintip Pameran Musik dan Audio Terbesar di Indonesia

Begitu banyak pameran industri musik yang berkembang di Indonesia sejak beberapa tahun belakangan, termasuk Pro AVL Indonesia 2026 yang menjadi tempat para pencinta musik berkumpul, serta ajang baru pencarian bakat musisi. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pameran Musik Ini Perkuat Ekosistem Industri Musik Indonesia dan Lahirkan Talenta Baru

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!