INDOZONE.ID - Di dunia musik, ada lagu-lagu yang rasanya nggak pernah benar-benar hilang. Pas lagu itu diputar lagi setelah bertahun-tahun pun tetap terasa familiar.
Namun uniknya, kadang kita cuma ingat satu lagu itu saja dari si penyanyi. Padahal, penyanyinya juga nggak berhenti berkarier di lagu tersebut.
Fenomena ini sering banget terjadi, dari era kaset sampai zaman streaming sekarang. Ada musisi yang namanya melejit karena satu lagu, lalu jarang terdengar lagi di sorotan utama.
Nah, di sinilah muncul istilah one hit wonder dalam musik. Sebenarnya apa sih arti istilah ini dalam musik, dan kenapa bisa terus relevan dari generasi ke generasi? Yuk, kita kupas pelan-pelan di sini!
Pengertian One Hit Wonder
Pernah nggak sih, kamu lagi dengar lagu lama terus langsung auto nyanyi karena hafal banget? Namun, pas lihat nama penyanyinya, kamu mikir, “Eh penyanyi ini punya lagu lain nggak sih?”
Nah, itulah yang disebut one hit wonder. Fenomena ini sebenarnya menarik banget. Satu lagu bisa super viral, tapi setelah itu malah nama artisnya nggak terlalu kelihatan lagi di arus utama.
Singkatnya, one hit wonder adalah penyanyi yang terkenal banget karena satu lagu aja. Lagu itu biasanya sukses besar, dari masuk chart, viral, diputar terus di radio, dan trending di media sosial.
Akan tetapi, karya-karya berikutnya nggak berhasil menyamai ledakan pertamanya. Padahal, si penyanyi udah berusaha pake formula yang sama buat lagu barunya.
Menariknya lagi, kadang seorang artis cuma dianggap one hit wonder di satu negara. Sementara di negara lain, mereka punya banyak lagu hits.
Jadi, label ini sebenarnya relatif, tergantung sudut pandang juga.
Baca juga: 28 Nama Fandom K-Pop Lengkap dengan Maknanya, Punya Arti Dalam!
Contoh One Hit Wonder Internasional
Beberapa contoh paling terkenal datang dari musisi internasional yang lagunya pasti pernah kamu dengar. Contohnya adalah Gotye lewat lagu Somebody That I Used to Know.
Lagu ini rilis tahun 2011 dan langsung hits. Dengan suara khas dan konsep video klip yang unik, Somebody That I Used to Know menduduki puncak tangga lagu di berbagai negara dan memenangkan Grammy.
Namun, setelah itu, nama Gotye nggak lagi sering muncul di chart internasional. Padahal, secara musikalitas, ia tetap aktif dan berkarya.
Baca juga: 12 Lagu K-Pop tentang Persahabatan, Bikin Hati Hangat
Contoh lain yang nggak kalah legendaris adalah A-ha dengan lagu Take On Me. Dirilis tahun 1985, lagu ini terkenal banget berkat nada tinggi yang khas dan video klip animasi yang ikonik.
Sampai sekarang pun, Take On Me masih sering diputar dan jadi lagu nostalgia lintas generasi. Meski A-ha punya banyak karya lain dan sukses di Eropa, mereka lebih dikenal lewat satu lagu tersebut.
Ada juga PSY yang bikin dunia heboh lewat Gangnam Style. Lagu ini benar-benar viral di 2012.
Namun, lagu setelahnya, Gentleman, nggak bisa menyamai popularitas dari lagu sebelumnya.
Kenapa Bisa Terjadi?
Nggak ada rumus pasti kenapa satu lagu bisa meledak, tapi biasanya ada beberapa faktor yang berpengaruh, seperti:
- Lagunya catchy, sekali dengar langsung nempel di kepala dan reff-nya gampang dinyanyikan.
- Liriknya relate, unik, dan beda dari yang lain.
- Bisa diterima banyak orang, nggak cuma satu kalangan atau umur yang bisa menikmati.
- Pas banget sama momennya, karena cocok sama situasi di zaman itu.
- Faktor hoki, kadang memang soal timing dan keberuntungan.
Ada juga beberapa faktor yang bikin seorang musisi berakhir sebagai one hit wonder:
Strategi Promosi
Industri musik bergantung pada promosi. Ada lagu yang didukung penuh oleh label besar dan kampanye marketing masif. Namun, ketika rilisan berikutnya nggak dapat dukungan yang sama, dampaknya bisa terasa signifikan.
Ekspektasi Publik yang Terlalu Tinggi
Setelah satu lagu meledak, ekspektasi terhadap karya selanjutnya jadi tinggi banget. Kalau lagu berikutnya cuma bagus dan nggak wow, publik bisa merasa kurang puas.
Padahal, ukurannya jadi nggak adil karena dibandingkan dengan kesuksesan luar biasa sebelumnya.
Identitas Musik yang Terlalu Melekat pada Satu Lagu
Beberapa lagu punya ciri khas yang kuat, entah dari gaya vokal, beat, atau liriknya. Akibatnya, publik mengasosiasikan artis tersebut hanya dengan satu warna musik tertentu.
Saat mereka mencoba bereksperimen, responsnya nggak selalu positif.
Apakah One Hit Wonder Buruk?
Sebenarnya nggak juga. Punya satu lagu yang diingat orang bertahun-tahun adalah pencapaian besar.
Nggak semua musisi bisa bikin karya yang bertahan lama di ingatan publik.
Di balik satu lagu yang kelihatan simpel dan enak didengar, ada proses panjang. Ada latihan, revisi, strategi promosi, sampai timing yang pas. Belum, lagi tekanan setelah lagunya meledak.
Jadi, kalau kamu lagi nostalgia sama lagu populer banget, coba deh lihat dari sisi lain. Bisa jadi di baliknya ada perjalanan karier yang tetap berjalan, cuma nggak terlalu kelihatan di permukaan.
Kabar baiknya, lagu hit global bisa menghasilkan royalti bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun. Lagu-lagu itu masih bisa terus diputar di radio, film, iklan, dan playlist streaming. Artinya, pemasukan tetap mengalir.
Beberapa musisi memilih jalur yang lebih independen setelah sukses besar. Mereka mungkin nggak lagi mengejar chart, tapi tetap berkarya sesuai idealisme.
Bahkan, biasanya di negara asalnya, seorang artis bisa saja punya banyak lagu populer. Namun, ia malah dikenal secara luas cuma satu lagu tertentu aja.
Apa Dampak One Hit Wonder pada Karier?
Meski terdengar wah karena punya satu lagu super hit, tekanan psikologisnya juga nggak kecil. Bayangin, setiap kali tampil, penonton selalu menunggu satu lagu itu aja. Lagu-lagu lain sering dianggap tambahan.
Beberapa musisi bahkan merasa terjebak dengan citra lama mereka. Ada yang mencoba re-branding total, ganti genre, atau bahkan vakum cukup lama.
Ada juga yang berdamai dengan status tersebut dan justru menjadikannya bagian dari identitas mereka.
Bahkan, ada juga yang merasa capek sama lagu hits-nya sendiri. Meski terdengar aneh, tapi ini nyata. Hal ini pernah dirasakan Kings of Leon.
Mereka dikenal luas lewat lagu seperti Sex on Fire dan Use Somebody, padahal karya awal mereka punya warna musik yang lebih gelap dan khas.
Popularitas besar itu ternyata juga datang bareng tekanan besar. Vokalisnya, Caleb Followill, bahkan sempat berjuang dengan masalah pribadi di tengah ledakan ketenaran mereka.
Kadang, satu lagu yang terkenal justru jadi beban yang terus dibawa.
Di sisi lain, fenomena ini juga menunjukkan betapa nggak terprediksinya industri musik. Kadang, lagu yang awalnya nggak terlalu dipromosikan justru meledak. Kadang juga lagu yang digadang-gadang jadi hit besar malah tenggelam.
Di Era Streaming Apakah Masih Relevan?
Jawabannya masih. Dulu, kalau nggak diputar di radio atau nggak tampil di TV, artis bisa cepat banget dilupakan. Namun sekarang, semuanya berubah.
Media sosial bikin artis tetap bisa eksis meskipun nggak selalu ada di tangga lagu. Mereka bisa promosi karya sendiri, bangun komunitas, dan tetap dikenal banyak orang.
Misalnya, satu lagu bisa viral lewat TikTok atau reels dalam hitungan hari. Sayangnya, viralitas nggak selalu menjamin keberlanjutan karier.
Banyak artis baru yang lagunya booming karena satu potongan 15 detik, lalu menghilang dari radar publik beberapa bulan kemudian.
Namun, sekarang peluang untuk bangkit juga lebih besar. Platform streaming memungkinkan musisi membangun fanbase yang solid lewat interaksi di media sosial.
Itulah pengertian, contoh, dan fakta dari one hit wonder. Pada akhirnya, punya satu lagu yang diingat jutaan orang sebenarnya bukan hal kecil. Nggak semua musisi bisa sampai di titik itu.
Jadi lain kali, kalau lagi putar lagu lama, coba deh kepoin juga karya lain dari artisnya. Siapa tahu, ternyata mereka bukan sekadar one hit wonder, tapi kita yang kurang eksplor.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medium, Soundbrenner