Selasa, 30 JUNI 2026 • 16:00 WIB

Apa Itu Tangga Nada Pentatonis? Simak Jenis Pelog, Slendro hingga Perbedaannya dengan Mayor dan Minor

Author

Ilustrasi tangga nada pentatonis. (Freepik)

INDOZONE.ID - Tangga nada pentatonis merupakan salah satu jenis tangga nada dalam musik yang hanya menggunakan lima nada utama tanpa adanya interval setengah nada.

Istilah pentatonis sendiri berasal dari kata penta yang berarti lima dan tonis yang berarti nada. Secara umum, tangga nada adalah susunan nada yang diurutkan berdasarkan tinggi rendahnya, dimulai dari nada dasar hingga mencapai nada oktaf, seperti do, re, mi, fa, sol, la, si, dan kembali ke do. 

Dengan demikian, tangga nada dapat dipahami sebagai rangkaian nada yang tersusun secara berurutan dan menjadi dasar dalam pembentukan sebuah melodi.

Baca juga: Apa Itu Interval Nada? Ini Pengertian, Jenis dan Contohnya

Apa Itu Tangga Nada Pentatonis?

Mengutip berbagai sumber, tangga nada pentatonis adalah tangga nada yang tersusun dari lima nada utama dengan pola interval yang khas. 

Berbeda dengan tangga nada diatonis, jenis tangga nada ini memiliki susunan nada yang lebih sederhana sehingga menghasilkan karakter bunyi yang unik. 

Dalam perkembangannya, tangga nada pentatonis banyak digunakan dalam musik tradisional Indonesia dan tetap relevan dalam berbagai genre musik modern. 

Ciri khasnya mampu menghadirkan nuansa yang kuat sehingga sebuah lagu terdengar lebih khas dibandingkan jika menggunakan tangga nada lainnya.

Tangga nada pentatonis memiliki beberapa variasi yang dibedakan berdasarkan pola jarak antar nada serta susunan nada yang digunakan. 

Jenis tangga nada ini tidak hanya banyak dijumpai dalam musik tradisional, tetapi juga kerap diterapkan pada karya musik modern. 

Secara umum, tangga nada pentatonis terbagi menjadi dua jenis, yaitu pelog dan slendro. Keduanya menjadi dasar dalam berbagai pertunjukan musik tradisional yang menggunakan alat musik seperti gamelan dari Jawa, Bali, Sunda, Madura, hingga Batak.

Jenis Tangga Nada Pentatonis dalam Musik

Terdapat dua jenis tangga nada pentatonis, yaitu tangga nada pelog dan tangga nada slendro. Kedua jenis tangga nada ini biasanya dipakai pada alat musik tradisional, misalnya gamelan. Berikut penjelasan selengkapnya.

1. Tangga Nada Pentatonis Pelog

Tangga nada pelog dikenal memiliki karakter bunyi yang lembut, tenang, dan sering memberikan nuansa khidmat atau penuh penghormatan. 

Jenis tangga nada ini terdiri atas lima nada utama yang umum digunakan dalam musik tradisional, terutama pada ansambel gamelan Jawa dan Bali. 

Dalam praktiknya, tangga nada pelog biasanya dituliskan menggunakan lima nada yang dipilih dari susunan nadanya sehingga menghasilkan warna musik yang khas.

2. Tangga Nada Pentatonis Slendro

Tangga nada slendro memiliki karakter bunyi yang ceria, ringan, lincah, serta memberi kesan berani dan bersemangat. 

Berbeda dengan tangga nada pelog yang jarak antarnadanya cenderung lebih lebar, slendro menggunakan interval yang relatif lebih dekat sehingga menghasilkan warna musik yang khas. 

Dalam praktiknya, tangga nada slendro umumnya menggunakan lima nada pokok, yaitu do, re, mi, sol, dan la.

Perbedaan Tangga Nada Mayor dan Minor

Selain tangga nada pentatonis, terdapat pula tangga nada diatonis yang banyak digunakan dalam berbagai jenis musik. Tangga nada ini tersusun dari tujuh nada dengan pola interval satu nada dan setengah nada. 

Secara umum, tangga nada diatonis dibagi menjadi dua kelompok utama, yaitu tangga nada mayor dan tangga nada minor. 

Keduanya memiliki karakter serta pola susunan nada yang berbeda. Berikut perbedaan antara tangga nada mayor dan tangga nada minor.

Nada Mayor

Tangga nada mayor adalah jenis tangga nada yang susunan nada-nadanya berjarak 1-1-1/2-1-1-1-1/2. Lagu mayor menggunakan pola tangga nada mayor, yakni do-re-mi-fa-so-la-si-do (oktaf) dengan nada dasar (nada awal) 'do'.

Tangga nada mayor memiliki karakter yang ceria, penuh semangat, dan memberikan kesan gembira saat didengar. 

Oleh karena itu, jenis tangga nada ini sering digunakan pada lagu-lagu yang bernuansa riang. Salah satu contoh lagu yang menggunakan tangga nada mayor adalah "Anak Kambing".

Baca juga: Pengertian Modulation yang Sering Dikira Overtune, Nyanyi Ganti Nada Dasar Ala Novia Idol

Nada Minor

Tangga nada minor merupakan jenis tangga nada yang memiliki pola interval 1 – ½ – 1 – 1 – ½ – 1 – 1. Susunan nadanya hampir menyerupai tangga nada mayor, tetapi dimulai dari nada dasar yang berbeda sehingga menghasilkan karakter bunyi yang khas. 

Tangga nada minor umumnya memberikan kesan sendu, tenang, dan lebih emosional dibandingkan tangga nada mayor. 

Karena itu, jenis tangga nada ini sering digunakan pada lagu-lagu bernuansa haru atau melankolis, seperti "Gugur Bunga" dan "Syukur".

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kemendikdasmen

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU