Beberapa film yang diproduksi oleh Studio Ghibli (studioghibli.com.au)
INDOZONE.ID - Siapa yang tidak mengenal Studio Ghibli? Studio animasi asal Jepang ini bukan sekadar penghasil film kartun biasa.
Popularitasnya kini telah melampaui batas negara, bahkan menjadi salah satu kekuatan budaya paling berpengaruh di dunia.
Di Inggris saja, buku-buku bertema Ghibli sudah menghiasi rak toko buku ternama, sementara pertunjukan teater yang terinspirasi darinya digelar di panggung bergengsi seperti London Colosseum dan Barbican Theatre.
Penggemarnya jugs terus bertambah — bukan hanya dari kalangan pecinta anime, melainkan masyarakat umum dari berbagai latar belakang.
Lalu, sebenarnya apa yang membuat Studio Ghibli begitu istimewa hingga mampu menyentuh hati penonton di seluruh penjuru dunia?
Baca juga: Festival Anime Jepang Terbesar Hadir di Jakarta, Otoha Debut Lewat MMAJ 2026
Salah satu daya tarik terbesar dari film Ghibli adalah kemampuannya mengangkat momen-momen biasa menjadi sesuatu yang tampak memukau.
Penonton diajak menyaksikan makanan khas Jepang, tradisi lokal, hingga pemandangan pedesaan yang digambarkan dengan detail sederhana namun terlihat indah melalui teknik menggambar tangan.
Sebagai contoh, film My Neighbour Totoro, menampilkan adegan seorang anak sedang menyiapkan bento — kotak makan siang khas Jepang.
Di sisi lain, nuansa jalan pedesaan di awal film Spirited Away terasa begitu nyata. Meskipun banyak cerita Ghibli berlatar dunia fantasi, elemen-elemen kehidupan nyata selalu hadir dengan cara yang membuat penonton merasa takjub, seolah hidup di dalam dunia itu sendiri.
Berbeda dengan studio animasi besar seperti Disney yang umumnya menyasar anak-anak, Studio Ghibli sengaja menciptakan karya yang bisa dinikmati oleh semua kelompok umur.
Anak-anak akan terpesona oleh petualangan seru dan dunia imajinatif yang ditawarkan, sementara orang dewasa dapat menemukan kedalaman tema dan keindahan visual yang menggerakkan perasaan.
Film Princess Mononoke, misalnya, mengangkat isu lingkungan hidup dengan cara yang kompleks dan tidak hitam-putih.
Bebagai karakter di film Ghibli tidak semata-mata digambarkan sebagai "baik" atau "jahat" seperti di film animasi pada umumnya, melainkan dikemas dengan dimensi moral yang lebih manusiawi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Www.soas.ac.uk