Review Spider-Noir di Prime Video (IMDB)
INDOZONE.ID - Sony memperluas lini waralaba pahlawan supernya lewat serial Spider-Noir yang dijadwalkan tayang 25 Mei di MGM+ dan Prime Video.
Serial ini menunjuk Nicolas Cage sebagai lakon utama, sekaligus debut televisinya, untuk memerankan Ben Reilly, seorang detektif New York era 1930-an yang memiliki alter ego sebagai The Spider.
Proyek ini terbilang unik karena menghadirkan terobosan baru. Selain menggaet aktor kaliber Oscar ke layar kaca, penonton langsung disuguhkan dua opsi format visual saat rilis, yakni versi berwarna dan hitam-putih.
Meski sinema hitam-putih sudah lama tergeser oleh era film berwarna, sentuhan monokrom ini masih dipertahankan oleh beberapa film modern pemenang penghargaan seperti The Artist, Roma, dan The Lighthouse.
Baca juga: Apa Itu Noir? Jenis Film yang Bukan Sekedar Hitam Putih Seperti yang Terlihat di 'Spider-Noir'
Belakangan ini, tren merilis ulang film populer ke dalam format hitam-putih juga kian diminati, sebagaimana yang pernah diterapkan pada rilisan khusus Logan, Parasite, Mad Max: Fury Road, dan Godzilla Minus One.
Namun, masih jarang terjadi sebuah proyek, apalagi serial delapan episode, disajikan dalam kedua format sekaligus sejak awal.
Hal ini menimbulkan pertanyaan: Format mana yang merupakan cara terbaik untuk menonton serial ini?
Meski alasan internal di balik peluncuran dua versi Spider-Noir masih disimpan rapat, kuat dugaan bahwa Oren Uziel selaku kreator semula berniat mengemas serial ini sepenuhnya dalam warna hitam-putih.
Langkah itu dinilai penting untuk memperkuat atmosfer detektif klasik ala film noir yang diadaptasinya. Namun, besarnya risiko membuat proyek bertema pahlawan super tanpa warna tampaknya memicu keraguan, baik dari sisi Uziel maupun studio produksi.
Mereka khawatir format monokrom total akan kurang ramah bagi audiens masa kini, yang sejak awal tumbuh bersama industri hiburan yang serba berwarna.
Dalam wawancara dengan Esquire pada Februari 2026, Cage secara khusus menyebutkan bahwa penonton remaja adalah demografi inti untuk versi berwarna, dan menambahkan bahwa, “Jika mereka ingin menikmati konsep tersebut dalam warna hitam putih, mungkin itu akan menumbuhkan minat pada mereka untuk menonton film-film sebelumnya dan menikmatinya sebagai bentuk seni juga.”
Penggunaan dua format visual ini secara estetis menghidupkan kembali konsep multiverse yang diadaptasi dari film-film Spider-Verse.
Mengingat dunia Spider-Man dalam versi cetak selalu tampil dengan gaya visual yang beragam, langkah ini menjadi medium yang pas untuk merefleksikan kreativitas para komikusnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Esquire