Pameran “Miles Apart, Close at Heart” Hadirkan Warisan Cheng Ho dan Persahabatan Abadi Indonesia-Tiongkok
INDOZONE.ID - Kalau kamu mencari pengalaman budaya yang kaya makna dan penuh cerita lintas zaman, Museum Seni Jakarta kini sedang menggelar pameran yang wajib kamu kunjungi! Bertajuk “Miles Apart, Close at Heart” atau “Jauh di Mata, Dekat di Hati”.
Pameran ini membawa kita menyusuri jejak pelayaran legendaris Laksamana Cheng Ho, sekaligus merayakan eratnya hubungan antara Indonesia dan Tiongkok.
Diselenggarakan dari 11 Juli hingga 11 Agustus 2025, pameran ini merupakan hasil kolaborasi istimewa antara Dinas Kebudayaan DKI Jakarta melalui Unit Pengelola Museum Seni dan Shanghai Art Collection Museum.
Baca juga: JKT48 Nyanyi Jingle "Lebih Hemat Lebih Cepat" Bareng Shopee, Netizen Auto Replay MV Tanpa Henti!
Di balik gelaran ini, tersimpan makna mendalam: memperingati 620 tahun pelayaran pertama Cheng Ho, 75 tahun hubungan diplomatik RI–Tiongkok, serta 70 tahun Konferensi Asia-Afrika.
Pameran ini terbagi menjadi empat tema utama yang disusun layaknya perjalanan waktu:
Kejayaan Maritim, Pelayaran Agung – Menampilkan kisah ambisi besar Cheng Ho dan kejayaan teknologi pelayaran Tiongkok kuno.
Baca juga: Pergelaran Musikal Cahaya Hati Digelar 22 Juli 2025: Simbol Harapan Bagi Anak Berkebutuhan Khusus
Jejak Armada: Jalur Sutra Maritim – Mengisahkan jaringan perdagangan dan pertemuan budaya yang tumbuh di sepanjang rute pelayaran.
Harta Budaya: Dialog Antarperadaban – Memamerkan benda-benda budaya hasil pertukaran dua dunia, dari prasasti hingga keramik langka.
Melanjutkan Semangat, Memandu Masa Depan – Mengajak kita merenungkan pentingnya kerja sama lintas bangsa di era modern.
Baca juga: Blackpink Bakal Rilis Lagu JUMP Pada 11 Juli, Tandai Comeback usai 3 Tahun Vakum
Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, pameran ini bukan hanya tentang masa lalu, tapi juga refleksi akan semangat kolaborasi yang terus hidup di antara dua negara sahabat.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa Jakarta bukan hanya ibu kota, tapi juga simpul budaya dunia,” katanya.
Sekitar 50 koleksi langka dari Indonesia dan Tiongkok ditampilkan, mulai dari diagram kapal harta karun, peta navigasi bintang, prasasti Kekaisaran Ming, hingga porselen bersejarah.
Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Mochamad Miftahulloh Tamary, menyebutkan bahwa kolaborasi ini adalah bentuk nyata diplomasi budaya yang mempererat pemahaman lintas negara.
Baca juga: BRI Jazz Gunung Series 2025: Perpaduan Musik Jazz, Alam dan Budaya dalam 3 Gelombang Spektakuler
Jadi, tunggu apa lagi? Ajak teman dan keluarga untuk menyusuri warisan budaya yang membentang dari abad ke-15 hingga hari ini.
Pameran ini bukan sekadar melihat benda-benda antik, tapi merasakan kembali semangat persahabatan yang tak lekang oleh waktu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Jakarta.go.id