Selasa, 28 APRIL 2026 • 11:24 WIB

Begini Awal Mula Hari Tari Sedunia yang Diperingati Setiap 29 April: Tradisional hingga Kontemporer

Author

29 April diperingati sebagai Hari Tari Sedunia. (INDOZONE/Nadya Mayangsari)

INDOZONE.ID - Setiap tanggal 29 April diperingati sebagai Hari Tari Sedunia, bentuk penghargaan terhadap seni gerak yang bersifat universal.

Peringatan Hari Tari Sedunia ini pertama kali digagas oleh UNESCO melalui International Theatre Institute untuk mempromosikan keberagaman budaya dan memperkuat hubungan antarbangsa melalui seni tari.

Tari bukan hanya sekadar rangkaian gerakan tubuh yang mengikuti alunan musik, melainkan ekspresi jiwa dan media penyampai pesan. 

Setiap gerak tari mempunyai makna simbolik yang mencerminkan identitas, nilai, serta sejarah suatu masyarakat.

Baca juga: Pagelaran Sabang Merauke 2026 Hadirkan Ruang Kreatif Budaya untuk Generasi Muda

Sebagaimana dipaparkan dalam jurnal seni pertunjukan yang menjadi referensi International Theatre Institute, tari dipandang sebagai instrumen komunikasi nonverbal yang krusial karena kemampuannya menembus sekat bahasa. 

Estetika gerak tubuh memungkinkan transmisi emosi dan narasi dilakukan secara intuitif tanpa ketergantungan pada verbalisme. 

Secara global, diversitas seni tari sangatlah luas, mencakup ribuan genre dengan fondasi filosofis yang unik. 

Mulai dari tatanan tari tradisional yang kental dengan unsur ritualistik hingga aliran kontemporer yang mengedepankan kebebasan berekspresi, setiap bentuknya menyumbang pada evolusi kekayaan budaya dunia.

Melampaui perannya dalam pelestarian budaya, tari menyimpan manfaat medis yang luar biasa bagi kebugaran fisik dan kesehatan emosional. 

Melalui aktivitas menari, tubuh didorong untuk melepaskan hormon endorfin yang secara alami mampu mengurangi tekanan stres dan membangkitkan perasaan bahagia. 

Sinergi antara gerakan ritmis dan estetika pertunjukan ini menciptakan dampak positif yang komprehensif, baik bagi penari yang mengekspresikan diri maupun bagi penonton yang terhanyut dalam keindahan setiap gerakannya.

Sejarah Hari Tari Sedunia

Pertunjukan Shinta Obong di TMII. (INDOZONE/Nadya Mayangsari)

Dihimpun dari berbagai sumber, Hari Tari Sedunia dicetuskan oleh Komite Tari dari Institut Teater Internasional (ITI). ITI merupakan mitra utama UNESCO dalam seni pertunjukan. 

ITI menetapkan adanya Hari Tari Inernational dengan tujuan menyatukan banyak insan dengan bahasa universal, yakni tarian. ITI menggandeng UNESCO untuk mewujudkan peringatan Hari Tari Sedunia.

Sejarah Hari Tari Internasional berakar pada penghormatan atas hari lahir Jean-Georges Noverre, inovator balet modern, yang pertama kali dirayakan pada tahun 1982 setiap tanggal 29 April. 

Terlepas dari nilai estetikanya, tantangan eksistensi seni tari masih menjadi isu krusial. 

Merujuk pada pernyataan Presiden Conseil International de la Danse (CID), Profesor Alkis, pada tahun 2003, kelestarian budaya tari terhambat oleh minimnya sokongan dana dari lembaga donor. 

Tanpa dukungan infrastruktur dan pendanaan yang kuat, daya tarik seni tari di mata publik sulit untuk berkembang secara maksimal.

Bersama dengan UNESCO, CID turut menjadi lembaga yang mewadahi masyarakat dunia untuk mementaskan pertunjukan tari dari budaya masing-masing. 

Upaya ini menjadi katalisator bagi generasi muda untuk lebih peduli terhadap masa depan seni tari. 

Dengan promosi yang semakin intensif sejak 2007, CID sukses menjaring partisipasi anak-anak lewat lomba esai, melukis, dan menari yang menonjolkan kekayaan budaya lokal.

Baca juga: 87 Peserta Sambut Hari Tari Sedunia Selama Belasan Jam di Sragen

Sejak saat itu, gaung Hari Tari Sedunia semakin kuat dan diakui secara luas. Peringatan ini berfungsi sebagai momentum refleksi untuk menjaga kekayaan tradisi, sekaligus mengajak kaum muda menjadikan tari sebagai identitas diri yang membanggakan di kancah internasional.

Melalui seni tari, batas-batas budaya seakan mencair dan berganti menjadi ruang pertemuan yang penuh makna. 

Melalui tari, kita membangun harmoni dan pengertian yang melampaui segala perbedaan. Perayaan Hari Tari Internasional adalah ajakan untuk menghargai setiap detak ekspresi gerak sebagai bagian dari kekayaan manusia. 

Mari kita pastikan seni tari terus hidup dan menginspirasi dunia, membawa pesan perdamaian ke dalam kehidupan yang lebih dinamis dan berwarna.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: International Dance Day

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU