Kamis, 07 AGUSTUS 2025 • 16:21 WIB

Kementerian Ekonomi Kreatif Dukung Film Lokal Tembus Pasar Internasional

Author

Ilustrasi film. (Freepik/Andrea Rankovic)

INDOZONE.ID - Kementerian Ekonomi Kreatif berusaha mempercepat perkembangan industri film nasional. Oleh sebab itu, hadir Program Akselerasi Kreatif (AKTIF) untuk membuka akses ke pasar dan jalur distribusi film di Asia Tenggara.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya memaparkan bahwa Program AKTIF subsektor film, merupakan wujud nyata kolaborasi hexahelix yang melibatkan pemerintah dan industri media dalam mengakselerasi pengembangan industri film.

"Ekonomi kreatif tidak hanya lahir dari ide, tetapi bertumbuh dari kolaborasi. Film sebagai medium ekspresi kreatif harus dikembangkan dengan dukungan nyata dari ekosistem, termasuk media sebagai mitra strategis," katanya, dikutip dari ANTARA, Kamis (7/8/2025).

Baca juga: Perluas Jaringan Global Perfilman, Indonesia Kmebali Berpartisipasi di Cannes Film Festival 2025

Ia mengemukakan, bahwa karya-karya sineas lokal memiliki potensi besar untuk menjangkau pasar nasional dan internasional.

"Melalui program ini, kami ingin membawa mereka menembus batas, memperluas jejaring, serta mengakses kanal distribusi yang lebih luas dan berdaya saing," ujarnya.

Program Akselerasi Kreatif untuk subsektor film yang diselenggarakan pada Juni 2025 meliputi proses kurasi, pelatihan, distribusi, dan promosi.

Kegiatan kurasi dan pelatihan dilaksanakan bersama dengan Indonesia Digital Media Institute (Indepark Institute), yaitu unit pendidikan dari Emtek yang menghadirkan mentor profesional dari industri media digital.

Delapan karya dari peserta program yang terpilih akan ditayangkan secara eksklusif di platform Vidio. Promosi konten tersebut akan dilakukan dengan dukungan dari unit bisnis Emtek Digital (EMD).

Film lokal yang sudah tersedia di platform Vidio.com antara lain Gadis dan Penatu, Noda-Noda Seragam, dan Wong Telu .

Baca juga: Keyakinan Denis Villeneuve Pada Film DUNE dan Optimismenya Terhadap Masa Depan Perfilman

Kementerian Ekonomi Kreatif dan Emtek memastikan skema monetisasi karya kreator dijalankan secara transparan dan pembagian pendapatan dengan kreator dilakukan secara adil.

"Subsektor film adalah wajah budaya sekaligus tulang punggung ekonomi kreatif ke depan. Lewat program ini, kami dorong lebih banyak karya yang tak hanya ditonton, tapi juga menjadi penggerak ekonomi baru dari sektor kreatif," kata Teuku Riefky.

Kementerian Ekonomi Kreatif berusaha agar program pembinaan dan fasilitasi untuk para pembuat film lokal, dapat dijalankan secara berkelanjutan, sehingga subsektor industri film dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU