Bukan Sekadar Eksorsisme, Lukman Sardi Ungkap Sisi Manusiawi Romo Rendra di 'Kuasa Gelap Kedua'
INDOZONE.ID - Kesuksesan besar film eksorsisme pertama di Indonesia, Kuasa Gelap, resmi berlanjut.
Rumah produksi Paragon Pictures baru saja mengumumkan proyek sekuel bertajuk Kuasa Gelap Perjanjian Darah.
Film ini menjanjikan level kengerian yang lebih dalam dengan mengeksplorasi sisi gelap masa lalu tokoh utamanya yang selama ini menjadi misteri bagi para penonton.
Dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, pada Jumat (27/3/2026), pihak produksi memperkenalkan nahkoda baru untuk sekuel ini.
Baca juga: 7 Drama Pendek China Sun Qian Xun Terbaru, Wajib Ditonton!
Jika film pertama digarap oleh Bobby Prasetyo, kali ini kursi sutradara dipercayakan kepada sutradara spesialis horor, Rizal Mantovani.
Perubahan kepemimpinan di balik layar ini diharapkan membawa warna baru namun tetap mempertahankan atmosfer mencekam khas Kuasa Gelap.
Rizal Mantovani mengaku sempat merasa terbebani saat pertama kali menerima tawaran ini, mengingat standar tinggi yang telah ditetapkan oleh film pendahulunya.
Namun, ia memilih untuk mengubah tekanan tersebut menjadi energi kreatif untuk menggali lapisan cerita yang belum tersentuh.
Baca juga: Marty Supreme, Ketika Timothée Chalamet Menjelma Atlet Ambisius di Tengah Drama Intens
Pengalaman Rizal dalam mengarahkan film horor menjadi modal utama dalam mengembangkan semesta eksorsisme ini.
"Untuk saya masuk ke dunia yang sudah ada itu beban, cuma akhirnya saya pikir lagi, beban itu saya ubah jadi semangat untuk melihat Kuasa Gelap Kedua lebih dalam lagi, termasuk layer lain yang bisa dikembangkan," kata Rizal Mantovani.
Pada sekuel kali ini, plot cerita akan bergeser dan memberikan panggung utama kepada karakter Romo Rendra.
Jika sebelumnya penonton lebih banyak melihat perspektif Romo Thomas, kini tabir kehidupan masa lalu Romo Rendra akan dikupas tuntas.
Tema yang diangkat pun cukup berani, yakni menggabungkan fenomena pesugihan yang akrab di masyarakat Indonesia dengan sudut pandang iman Katolik.
Aktor kawakan Lukman Sardi kembali memerankan karakter Romo Rendra.
Ia mengungkapkan bahwa latar belakang karakternya sebenarnya sudah dipersiapkan sejak film pertama, namun baru mendapatkan ruang eksplorasi penuh di Kuasa Gelap Perjanjian Darah.
Cerita ini akan menyoroti sisi manusiawi seorang pemuka agama sebelum ia memutuskan untuk mengabdikan hidupnya kepada Tuhan.
"Romo Rendra memulai sesuatu dengan hal yang kurang baik, by process makin mengenal Tuhan, akhirnya memutuskan jadi Romo, itu ada latar belakangnya. Di sini ditunjukkin kalau Romo juga tetap manusia," terang Lukman Sardi.
Baca juga: Pecahkan Rekor Dunia! Trailer 'Spider-Man: Brand New Day' Tembus 1 Miliar Penonton dalam 4 Hari
Selain Lukman Sardi, Jerome Kurnia dipastikan kembali hadir memerankan Romo Thomas.
Kehadiran mereka akan didukung oleh jajaran aktor lintas generasi yang memperkuat departemen akting, mulai dari Ferry Salim, Feby Febiola, Venly Kurnia, Keysha Angelica, hingga Sisca Saras dan Kiki Narendra.
Komposisi pemain ini diharapkan mampu menghidupkan drama ketegangan yang intens dalam proses syuting yang segera dimulai.
Lukman Sardi juga menekankan pentingnya keberagaman perspektif dalam genre horor di Indonesia.
Menurutnya, pendekatan eksorsisme dari sudut pandang agama tertentu memberikan edukasi budaya sekaligus ketegangan yang berbeda bagi penonton.
Baca juga: Jual Jiwa Demi Harta, Film Horor ‘Aku Harus Mati’ Tayang 2 April 2026
Ia berharap ke depannya sinema Indonesia terus berani mengangkat ritual pengusiran setan dari berbagai latar belakang kepercayaan lainnya.
"Kalau kita bicara soal horor, ini memunculkan dari sudut pandang berbeda, katolik dan exorcist. Kita nggak pernah tau mungkin nanti ada sudut pandang Hindu, Budha, kan kita kan juga pengen tau dan mereka pasti punya kultur yang berbeda," tutur Lukman Sardi.
Meskipun proses produksi sudah di depan mata, Paragon Pictures masih menyimpan rapat tanggal rilis pastinya.
Hal ini tentu mengundang rasa penasaran bagi para penggemar horor yang sudah menantikan kelanjutan teror iblis di layar lebar.
Baca juga: Guillermo del Toro Hidupkan Kembali Frankenstein dengan Sentuhan Baru
Namun, pihak rumah produksi telah memberikan konfirmasi bahwa film ini dijadwalkan menyapa penonton pada tahun 2026 mendatang.
Pertempuran antara iman dan kekuatan gelap tampaknya akan tersaji lebih personal dan emosional melalui perjalanan spiritual Romo Rendra yang penuh lika-liku.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan