INDOZONE.ID - Serial Spider-Noir yang dibintangi Nicolas Cage berhasil menarik perhatian penggemar Marvel sejak episode perdananya tayang di Amazon Prime Video. Meski mendapat banyak pujian berkat nuansa noir yang kuat dan penampilan Cage yang memikat, serial ini ternyata menghadirkan banyak perubahan dibandingkan versi komiknya.
Alih-alih menjadi adaptasi langsung, Spider-Noir mengambil pendekatan baru dengan menghadirkan versi karakter yang memiliki latar belakang, kekuatan, hingga hubungan antartokoh yang berbeda dari sumber aslinya.
Berikut enam perubahan terbesar yang membuat Spider-Noir versi serial tampil unik dibandingkan versi komik.
1. Versi Komik Teap Peter Parker, Bukan Ben Reilly
Perubahan paling mencolok terlihat pada identitas sang tokoh utama. Jika dalam komik karakter tersebut adalah Peter Parker, serial ini justru menghadirkan Ben Reilly sebagai sosok di balik topeng The Spider.
Baca juga: Spider-Man: Across the Spider-Verse Dilarang Tayang di Bioskop Uni Emirat Arab, Kenapa?
Serial memang memberikan petunjuk bahwa karakter tersebut pernah menggunakan identitas lain sebelum akhirnya hidup dalam pelarian. Namun dari sisi kreatif, tim produksi sengaja memilih menjauh dari nama Peter Parker yang selama ini identik dengan sosok remaja penuh harapan.
Versi Spider-Noir kali ini digambarkan sebagai pria yang lelah menghadapi kehidupan, penuh luka masa lalu, dan jauh lebih kelam dibandingkan Spider-Man yang biasa dikenal penggemar.
2. Versi Live Action Jauh Lebih Tua
Perbedaan berikutnya terletak pada usia dan pengalaman hidup karakter utama.
Dalam komik, Peter Parker masih berusia belasan tahun ketika mendapatkan kekuatannya pada era 1930-an. Sementara dalam serial, Ben Reilly digambarkan sebagai veteran Perang Dunia I yang telah menyaksikan langsung kerasnya medan perang.
Latar belakang ini membuat Spider-Noir versi serial memiliki karakter yang lebih kompleks dan berpengalaman. Ia bukan lagi pahlawan muda yang baru belajar menjadi superhero, melainkan sosok yang telah ditempa oleh tragedi dan konflik sejak lama.
Baca juga: Review 'Spider-Noir': Serial Superhero-Detektif Terbaik Tahun Ini dari Sisi Visual hingga Cerita
3. Asal-Usul Kekuatannya Diubah Total
Cerita asal-usul Spider-Noir juga mengalami perubahan drastis.
Dalam komik, Peter Parker memperoleh kekuatan setelah digigit laba-laba misterius yang muncul dari artefak milik Goblin. Peristiwa tersebut bahkan melibatkan unsur mistis yang menghubungkannya dengan dewa laba-laba.
Sebaliknya, serial memilih pendekatan yang lebih ilmiah. Ben Reilly mendapatkan kekuatannya setelah menemukan eksperimen genetika rahasia yang dilakukan tentara Jerman selama Perang Dunia I.
Dalam insiden tersebut, ia digigit makhluk mutan setengah manusia setengah laba-laba yang kemudian mengubah DNA-nya dan memberinya kemampuan super.
4. The Spider Lebih Mirip Monster Daripada Superhero
Akibat perubahan asal-usul tersebut, karakter The Spider dalam serial memiliki sifat yang jauh berbeda dibandingkan Spider-Man Noir versi komik.
Di komik, Spider-Man Noir pada dasarnya masih memiliki kemampuan khas Spider-Man seperti memanjat dinding, refleks cepat, dan kemampuan bertarung yang luar biasa.
Namun dalam serial, mutasi yang dialami Ben Reilly jauh lebih ekstrem. Ia bahkan mengaku harus belajar kembali menjadi manusia setelah perubahan biologis yang terjadi pada tubuhnya.
Ketika sedang terluka, kehilangan fokus, atau berada di bawah pengaruh obat-obatan, sisi liarnya dapat muncul dan mengambil alih perilakunya. Elemen inilah yang membuat karakter Spider-Noir terasa lebih gelap dan menyeramkan.
Baca juga: 6 Pemeran Spiderman Live Action dari Berbagai Semesta, Terbaru Ada Nicholas Cage di Spider-Noir
5. Seluruh Musuh Utamanya Memiliki Latar Belakang Baru
Tak hanya karakter utama yang berubah, para villain dalam serial juga mendapatkan kisah asal-usul yang berbeda.
Sebagian besar musuh yang muncul merupakan korban eksperimen genetika yang sama dan kemudian dikenal sebagai "monster". Mereka memiliki kemampuan unik yang membuat dunia Spider-Noir versi serial terasa lebih fantastis dibandingkan versi komik.
Contohnya adalah Sandman. Dalam komik, karakter ini hanyalah manusia biasa dengan kekuatan fisik luar biasa. Namun di serial, Sandman tampil lebih mirip versi klasik Marvel yang memiliki kekuatan manipulasi pasir, meski dengan cerita asal-usul yang berbeda.
6. Black Cat Tampil Sebagai Karakter yang Benar-Benar Baru
Perubahan besar terakhir terlihat pada karakter Cat Hardy, versi serial dari Black Cat.
Dalam komik Spider-Man Noir, Felicia Hardy merupakan pemilik klub malam Black Cat yang memiliki hubungan romantis dengan beberapa karakter penting dan berperan besar dalam perjuangan Spider-Man melawan Goblin.
Sementara itu, Cat Hardy dalam serial hanya mengambil sebagian elemen dari karakter tersebut. Ia digambarkan sebagai penyanyi klub malam yang menjadi sosok penting dalam kehidupan Ben Reilly.
Baca juga: Spider-Man Noir Live Action Bakal Punya Dua Versi! Apa Saja?
Meski sempat menjadi pasangan romantis sang tokoh utama, perjalanannya berkembang ke arah yang sama sekali berbeda dari versi komik. Karena itu, banyak penggemar menilai Cat Hardy lebih terasa sebagai karakter orisinal ketimbang adaptasi langsung dari Black Cat yang sudah dikenal sebelumnya.
Dengan berbagai perubahan tersebut, Spider-Noir berhasil menghadirkan pengalaman baru bagi penggemar Spider-Verse. Meski tidak sepenuhnya mengikuti materi komik, serial ini menawarkan interpretasi yang lebih gelap, dewasa, dan unik terhadap salah satu varian Spider-Man paling populer di jagat Marvel.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Comicbook