Jumat, 24 JULI 2026 • 13:01 WIB

Cuma Muncul Sebentar, Ternyata Athena Jadi Kunci Plihan Genting di 'The Odyssey'

Author

Athena, dewa dan monster Yunani di The Odyssey(IMDb)

INDOZONE.ID - Dari sekian banyak dewa-dewi yang muncul di "The Odyssey" garapan Christopher Nolan, Athena yang diperankan Zendaya justru mendapat porsi kemunculan paling sedikit dibanding karakter mitologis lain seperti Calypso, Circe, atau Poseidon.

Tapi minimnya screentime ini bukan kelemahan, melainkan justru pilihan paling cerdik dari keseluruhan film, karena ada satu detail kecil yang mengubah total cara kita seharusnya memahami sosok dewi ini.

Kemunculannya Selalu di Momen Odysseus Harus Mengambil Keputusan Licik

Yang bikin kemunculan Athena beda dari dewa-dewi lain di film ini adalah satu aturan sederhana namun sangat mengganggu kalau dipikirkan lebih jauh, hanya Odysseus sendiri yang bisa melihatnya.

Baca juga: Bukan Kutukan Dewa, Ini Sebenarnya Alasan Odysseus Enggan Pulang ke Rumah dalam Film Odyssey

Karakter lain di sekitarnya sama sekali tidak menyadari kehadiran sosok ini, bahkan ketika Athena berdiri tepat di tengah adegan penting.

Detail ini biasanya cuma dianggap sebagai konvensi standar cerita mitologi, di mana dewa memang kerap "menampakkan diri" secara eksklusif ke tokoh pilihannya.

Tapi di tangan Nolan, sutradara yang sepanjang kariernya doyan mempermainkan batas antara realitas dan persepsi subjektif seorang karakter, detail ini terasa jauh lebih licik dari sekadar konvensi mitologi biasa.

Kalau diperhatikan pola kemunculannya, Athena nyaris selalu muncul persis di titik ketika Odysseus dihadapkan pada pilihan yang menuntutnya berbohong, menipu, atau mengambil jalan pintas yang secara moral abu-abu.

Ia hadir bukan untuk membantu bertarung secara fisik, melainkan lebih sering berbisik, mengarahkan, atau sekadar hadir sebagai saksi diam saat Odysseus merancang tipu daya berikutnya.

Pola ini membuka kemungkinan yang jarang dipikirkan penonton: alih-alih dewi pelindung yang benar-benar berdiri sendiri secara independen.

Athena bisa jadi adalah representasi dari sisi paling licik dan strategis dari pikiran Odysseus sendiri, bagian dari dirinya yang ia pilih untuk dipahami sebagai "campur tangan ilahi" agar ia tidak perlu menanggung penuh tanggung jawab moral atas kelicikannya sendiri.

Kalau Athena tampil sesering dewa-dewi lain, sulit membangun keraguan semacam ini, karena penonton akan terbiasa menganggapnya sebagai entitas yang memang benar-benar hadir secara independen di dunia cerita.

Justru karena kemunculannya dijaga sangat terbatas dan selalu singkat, setiap kehadirannya terasa seperti kilasan pikiran yang menyusup, bukan tokoh yang benar-benar berbagi ruang dengan karakter lain.

Efeknya, penonton dibiarkan menebak-nebak sendiri, apakah Athena benar-benar dewi yang nyata dalam dunia film ini, atau justru manifestasi dari naluri bertahan hidup dan kelicikan bawaan Odysseus yang ia proyeksikan menjadi sosok terpisah, sehingga terasa lebih mudah diterima secara moral maupun psikologis.

Sebagian besar pembahasan soal Athena di film ini berhenti di level casting, semisal siapa aktris yang memerankannya atau bagaimana desain visualnya.

Padahal cara film ini membatasi kemunculannya secara sangat spesifik dan selektif membuka ruang tafsir yang jauh lebih dalam soal batas antara intervensi ilahi dan kelicikan manusia biasa.

Baca juga: 8 Dewa dan Monster Yunani di 'The Odyssey', Film Fantasi Epik Christopher Nolan

Sesuatu yang jarang benar-benar dieksplorasi karena kebanyakan orang keburu menganggap kemunculan terbatas seorang dewa cuma soal keterbatasan waktu tayang, bukan pilihan naratif yang disengaja.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: IMDb, Rotten Tomatoes

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU