Trailer Film Children of Heaven Dirilis, Film Adaptasi dengan Sentuhan Lokal Siap Menyentuh Hati Penonton
INDOZONE.ID - MD Pictures resmi merilis trailer dan poster film Children of Heaven versi Indonesia dalam acara konferensi pers yang digelar pada Senin (4/5/2026) di MD Place, Jakarta. Film ini merupakan adaptasi dari karya aslinya dengan judul sama, yang diolah ulang agar lebih dekat dengan penonton di Tanah Air tanpa kehilangan pesan yang ingin disampaikan.
CEO MD Entertainment sekaligus produser film, Manoj Punjabi, mengungkapkan bahwa keputusan mengadaptasi film ini sempat diliputi keraguan. Pasalnya, cerita yang diangkat memiliki pendekatan yang berbeda.
Namun setelah menonton versi aslinya bersama keluarga di rumah, ia mengaku tersentuh secara emosional dan mulai yakin untuk menggarap proyek tersebut.
“Awalnya saya ragu, tapi setelah menonton, ceritanya sangat menyentuh. Dari situ saya jadi semangat mengembangkan versi Indonesia,” ujarnya.
Baca juga: Joko Anwar sampai Wregas Ramaikan LA INDIE MOVIE 2026
Meski demikian, proses adaptasi tidak berjalan mudah. Perbedaan latar waktu dan konteks sosial antara film asli dan kondisi di Indonesia menjadi tantangan tersendiri bagi tim produksi.
Manoj menjelaskan, tim akhirnya memilih untuk menyesuaikan cerita dengan pendekatan yang lebih relevan bagi penonton Indonesia, terutama melalui momen-momen sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Angle-nya kami sesuaikan supaya lebih mudah dicerna, tapi tetap mempertahankan pesan utama,” tambahnya.
Tak hanya soal cerita, pemilihan pemeran juga menjadi tantangan besar. Ia mengakui sempat kesulitan menemukan sosok yang tepat untuk memerankan karakter Ali dan Zahra, mengingat versi aslinya memiliki karakter yang sangat kuat.
Baca juga: Sinopsis Film Thriller-Horor 'Juminten Edan', Teror dari Trauma Masa Lalu yang Kembali Menghantui
Namun, setelah melalui proses pencarian pemeran yang panjang, ia menilai para pemeran yang terpilih memiliki chemistry yang kuat.
Dalam proses produksi, MD Pictures juga telah mengantongi hak adaptasi resmi dari pemilik karya aslinya. Hal ini memberikan kebebasan kreatif bagi tim produksi untuk mengembangkan cerita sesuai konteks lokal yang lebih relevan bagi penonton di Indonesia.
Meski terdapat beberapa penyesuaian, termasuk pada bagian akhir cerita, Manoj memastikan pesan utama film tetap terjaga.
“Walaupun ending-nya berbeda, esensinya tetap sama,” jelasnya.
Baca juga: Dari Mimpi ke Petaka, Ini Alur Cerita Drama Korea 'If Wishes Could Kill'
Sementara itu, aktor Andri Mashadi yang berperan sebagai Pak Karim mengaku merasakan gejolak emosi saat terlibat dalam proyek ini. Pasalanya, nilai film ini sangat kuat dalam menggambarkan hubungan keluarga.
“Dari film aslinya saja sudah terasa hangatnya hubungan kakak-adik. Saat proses syuting, saya juga merasakan hubungan keluarga yang saling melengkapi,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa proses adaptasi berjalan lancar berkat kolaborasi tim yang solid, termasuk dengan sutradara legendaris, Hanung Bramantyo.
Di sisi lain, aktor sekaligus komedian Muhadkly Acho yang memerankan kepala sekolah juga menyinggung pentingnya pendekatan yang universal dalam film ini.
Baca juga: Lirik dan Makna Lagu 'Back to Friends' - Sombr, Sulitnya Kembali Jadi Teman setelah Jatuh Cinta
Menurutnya, penggunaan bahasa Indonesia dipilih agar pesan film bisa menjangkau audiens yang lebih luas, meski latarnya tetap mengangkat nuansa lokal di kawasan Jawa Tengah.
Dari sisi musik, original soundtrack (OST) film ini uga menjadi elemen penting dalam memperkuat emosi cerita. Tim musik berupaya menghadirkan lagu yang memiliki makna universal tentang perjuangan dan keluarga.
Proses penggarapan OST pun menghadapi tantangan tersendiri, terutama dalam hal penjiwaan saat menyanyikan lagu yang harus selaras dengan konteks film.
“Penjiwaannya berbeda dibandingkan lagu biasa, karena harus benar-benar mengikuti emosi cerita,” ungkap tim produksi.
Baca juga: Jaehyun NCT Resmi Rampungkan Wajib Militer, Disambut Haru oleh Jungwoo
Sebagai informasi, film Children of Heaven mengisahkan tentang Ali dan Zahra, kakak-beradik dari keluarga sederhana yang harus berbagi sepatu untuk bersekolah setelah sepatu Zahra hilang. Demi membantu sang adik, Ali mengikuti lomba lari dengan harapan memenangkan hadiah sepatu.
Melalui adaptasi ini, MD Pictures berharap kisah sederhana tersebut dapat kembali menyentuh hati penonton Indonesia, sekaligus membawakan perspekti baru yang lebih relevan dengan kehidupan saat ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan